Gubernur Kepri Harus Kurangi Kegiatan Seremonial

638
Pesona Indonesia
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos
Ruslan Kasbulatov. Foto:Cecep Mulyana / Batampos

batampos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Ruslan Kasbulatov menilai sudah semestinya Gubernur Nurdin Basirun mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial. Maksudnya, jelas Ruslan, semacam peresmian-peresmian yang kerap kali dihadiri gubernur hingga membuatnya kerap tidak hadir dalam sejumlah rapat dan sidang paripurna bersama jajaran DPRD Kepri.

“Sudahlah, itu tugas kepala-kepala dinas saja. Lagi pula euforia Pilkada juga sudah selesai,” ungkap Ruslan, kemarin.

Dengan mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial, Ruslan menilai, gubernur dapat memanfaatkan waktunya untuk membahas dan melakukan rapat-rapat teknis. Utamanya menyangkut jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kepri yang selama dua tahun terakhir mengalami defisit. Di mata Ruslan, selama ini belum adanya koordinasi antara DPRD Kepri bersama gubernur untuk membahas bersama penanganan defisit.

“Sampai sekarang belum ada dagingnya. Ayo DPRD sama sama kita menggali potensi PAD,”

Dari pembacaan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada paripurna kemarin, Ruslan juga menilai gubernur belum terlihat memiliki gambaran untuk peningkatan PAD.

“Mari sama sama dengan defisit dua tahun di Kepri ini, duduk bersama sama dengan dewan jangan ngirim kepala dinas yang tidak bisa mengambil keputusan,” ujar Ruslan.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak melihat kondisi ini dengan cara lain. Kata politisi dari Fraksi PDIP ini, kini Gubernur Nurdin masih memperbaiki hal-hal yang ada. Dan mungkin sambil melihat-lihat di tiap kunjungan yang dia lakukan.

“Kita lihat saja nanti hasilnya di RPJMD seperti apa terkait penggalian potensi PAD Kepri,” ucap Jumaga singkat. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar