Gubernur ‘Malu’ Datang ke Lingga Hanya Makan dan Ucap Terimakasih

1702
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menggiling padi saat peresmian  pabrik penggilingan padi di Desa Sungai Besar. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menggiling padi saat peresmian pabrik penggilingan padi di Desa Sungai Besar. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengaku ‘malu’ hadir dalam kegiatan halal bihalal dan peresmian pabrik penggilingan padi di Desa Sungai Besar, Lingga. Pasalnya, pemprov sendiri belum terlalu berperan banyak dalam membantu upaya Kabupaten Lingga membangun percetakan sawah dan menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki ketahanan pangan lumbung beras.

Didepan ratusan warga, tokoh masyarakat beserta jajaran pemerintah Kepri yang hadir, Nurdin meminta dinas terkait memberikan dukungan penuh upaya Bupati Lingga membangun inovasi percetakan sawah dan menyediakan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Tak mungkin kita datang ke sini hanya terimakasih dan makan saja. Saya malu juga. Orang melayu pandai malu juga. Nanti sekali datang paling tidak bawak eskavator,” tutur Nurdin santai mengingatkan kepada jajarannya yang ikut hadir agar memberikan suport dan membantu memfasilitasi pemkab dan warga Desa Sungai Besar memaksimalkan lahan sawah, Selasa (12/7) sore.

Nurdin yang telah kesekian kalinya datang ke Lingga sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Kepri, kali ini mencicipi langsung nasi hasil olahan sawah Sungai Besar tersebut. Nasi Lingga tersebut dituturkannya begitu sedap.

Selain itu, kegiatan halal bihalal ditengah-tengah pabrik penggilingan yang dibangun meminta jajarannya untuk menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan warga Kabupaten Lingga dengan fasilitas dan alat yang memadai.

“Untuk kawan-kawan dari provinsi, kita sudah nampak barang ni. Yang selama ini kita ngagaw (kelabakan, red) apa yang nak kita buat, nak kita tolong, nak kita suport. Banyakpun kadang kita bantu, tidak menyelesaikan masalah malah lain ceritanya. Ini dah jelas. Tadi ada dinas PU. Tolong Bapak selesaikan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan bupati Lingga sebagai pendorong,” timpal Nurdin mensuport hasil pilot projek sawah yang telah dipanen ini agar dapat diplot dalam anggaran APBDP Kepri akhir tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya.

Kunjungan kedepan, ia berharap ada buah tangan yang dibawa pemprov untuk menunjang memaksimalkan sawah Sungai Besar. “Paling tidak eskavator. Jangan sampai nanti irigasi pun tidak ada dukungan dari kita. Mudah-mudahan menjadikan Lingga Lumbung Beras nasional akan terwujud,” tutup Nurdin. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar