Kejari Daik Lingga Dalami Tiga Kasus Korupsi

1007
Pesona Indonesia
 Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi hingga saat ini terus mendalami sejumlah kasus terkait dugaan tindak pidana korupsi. Ada tiga kasus yang masuk dan telah pada tahap penyelidikan yakni kasus dugaan penyimpangan prosedur terkait pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan transparansi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2015 di Desa Cukas, Dana perjalanan dinas DPRD Kabupaten Lingga dan dugaan penyelewengan dana penyertaan modal BUMD.

“Saat ini kami pada tahap menelaah kasus dan menindak lanjuti kasus ini,” kata Efan Apturedi ketika dikonfirmasi terkait penangan kasus di Kejari Daik Lingga, Rabu (13/7) pagi.

Dia menambahkan, Kejari Daik Lingga akan mengumpulkan data dan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan. Setelah lengkap mengumpulkan data, Efan memastikan akan memanggil sejumlah saksi baik yang mengetahui maupun oknum yang berkaitan langsung terhadap kasus tersebut.

Untuk kasus dugaan penyimpangan prosedur terkait pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan transparansi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2015 di Desa Cukas, seperti yang telah diberitakan sejumlah media, beberapa item pembelian barang yang tercantum di LPJ diduga tidak jelas penggunaan dana Desa tersebut bahkan ada yang tidak memiliki bukti fisik.

Sedangkan kasus dugaan perjalanan dinas fiktif di DPRD Kabupaten Lingga, Efan sempat mengatakan adanya dugaan penggunaan joki untuk menggantikan oknum Dewan melaksanakan perjalanan dinas tersebut dengan tujuan mengambil keuntungan dari dana yang dikeluarkan negara untuk perjalanan dinas tersebut itu.

Kasus lainnya yakni, dugaan penyelewengan dana penyertaan modal, Efan juga memberikan bocoran kisaran dana yang berjumlah miliaran rupiah itu akan ditindak lanjuti setelah lebaran.

Terbukti, Efan telah meningkatkan perkara dugaan penyelewengan dana penyertaan modal BUMD yakni oleh PT Pembangunan Selingsing Mandiri menjadi penyelidikan.

Dari info yang di dapat Batam Pos (group batampos.co.id), dana penyertaan modal BUMD PT Pembangunan Selingsing Mandiri terdiri dari berbagai item pada 2014 dan 2015. Seperti pada item dana pengeluaran aset dan lain-lain pada 2014 mencapai Rp 780,898,375 dan pada 2015 lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 804,263,375.

Pada item lainnya, pengeluaran dari dana penyertaan modal BUMD pada bidang investasi usaha (itik petelur) tahun 2014 sebesar Rp 122,274,250 dan 2015 juga dengan nilai yang sama. Selain itu, pada item jumlah piutang usaha pada 2014 sebesar Rp 942,479,625 dan pada 2015 sebesar Rp 1,088,240,231. Masih banyak item lainnya dengan kisaran dana miliaran rupiah.(wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar