Menkes Akhirnya Buka Nama 14 Rumah Sakit Penerima Vaksin Palsu, Ini Daftarnya

1133
Pesona Indonesia
Menkes Nila Moeloek. Foto: dok jpnn
Menkes Nila Moeloek. Foto: dok jpnn

batampos.co.id – Ancaman Komisi IX DPR RI yang menolak membahas anggaran Kementerian Kesehatan jika Menkes Nila F Moeloek ‎enggan membeberkan daftar Rumah Sakit penerima vaksin palsu, ternyata ampuh.

Nila akhirnya menyerah mau membuka nama ke-14 fasilitas kesehatan yang menggunakan vaksin palsu tersebut pada rapat dengar pendapat dengan komisi IX DPR, Kamis (14/7/2016).

Selain Kemenkes, hadir Bareskrim Mabes Polri, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta PT Bio Farma.

Alasan Nila mau membuka karena sudah mendapat izin Bareskrim untuk membeberkan RS penerima vaksin palsu.

“Dan diberikan oleh Bareskrim. Ada 14 rumah sakit saat ini yang sudah menjadi tersangka,” sebutnya saat RDP berlangsung. ‎(dna/JPG)

Berikut daftar RS  penerima distribusi vaksin palsu:

1. Dr. Sander, Cikarang‎
Sales bernama Juanda (CV Azka Medika)‎.
Modusnya, tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

2. Bhakti Husada, terminal Cikarang
Sales bernama Juanda (CV Azka Medika).
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gembong
Sales, Juanda (CV Azka Medika)‎.
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

4. RSIA Puspa Husada
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

5. Karya Medika, Tambun
Sales Juanda (CV Azka Medika).
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

6. Kartika Husada, Jl MT Haryono, Setu, Bekasi
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

7. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

8. Multazam, Bekasi
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

9. Permata, Bekasi
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.

10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang
Sales Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

11. Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur
Sales, M Syahrul‎.
Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.

12. Elisabeth Narogong, Bekasi
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

13. Hosana, Lippo Cikarang
Sales, Juanda (Azka Medika).
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

14. Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka
Sales, Juanda (CV Azka Medika).
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit. (jpg)

Respon Anda?

komentar