Miris! Korban Pasung di Bengkulu Banyak, Butuh Perhatian Pemerintah

813

Salah satu korban pasung di Provinsi Bengkulu. Foto: Bengkulu Ekspress/jpg

Salah satu korban pasung di Provinsi Bengkulu. Foto: Bengkulu Ekspress/jpg

batampso.co.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu patut prihatin dengan warganya. Pasalnya, puluhan korban pasung yang tersebar luas di beberapa titik kabupaten belum mendapatkan pelayanan yang optimal.

Data jumlah korban pasung di Dinsos Provinsi pada tahun ini saja sebanyak 39 orang. Diantaranya empat orang di Kabupaten Kaur, delapan orang di Bengkulu Selatan dan 27 orang di Bengkulu Utara.

“Tahun 2016 ini, kita tidak ada lagi anggaran transportasi untuk korban pasung,” ungkap Kasi Penyandang Cacat dan Lanjut Usia, Dinas Kesejahteraan Sosial(Dinsos) Provinsi Bengkulu, Dian Aditya, Aks kepada Bengkulu Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (12/7).

Saat ini pihaknya hanya menampung data dari Dinsos setiap daerah untuk pendataan korban pasung saja, dan mengeluarkan surat rekomendasi kepada korban untuk di salurkan ke Panti Sosial Bina Laras, Dharma Guna Bengkulu Jalan Raden Patah No 46 Kota Bengkulu.

“Jika korban ini diberi binaan maka akan kita bantu mengeluarkan surat rekomendasi dan jika korban pasung tersebut memang harus diobati maka, akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO),” tuturnya.

Dian mengatakan, puluhan korban pasung rata-rata mengalami gangguan kejiwaan. Menurutnya, hal utama pemicu penyebab gangguan tersebut dikarenakan kesulitan ekonomi.

“Memang mereka yang dirujuk ke RSJKO atau Bina Laras mengalami gangguan kejiwaan. Latar belakangnya sangat beragam namun mayoritas karena stres ekonomi,” papar Dian.

Ia menambahkan, sejauh ini pihak Dinsos belum melakukan tindakan penanganan khusus untuk korban pasung.

“Kita statusnya saat ini jadi hanya input data karena tidak ada anggaran tadi. Sebelumnya ditahun 2015, kita menjadi fasilitator korban pasung yang akan dirujuk,” jelasnya.

Ia menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan korban pasung ini. Anggaran daerah yang ada semestinya bisa dialokasikan juga untuk korban pasung ataupun disabilitas.

“Harapannya kalau bisa kita bisa menjadi fasilitator mereka, karena itu kan memang salah satu Tupoksi kita,” pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar