Pelabuhan Samudera di Natuna Dikonsep Ramah Lingkungan

1124
Pesona Indonesia
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin meninjau Pantai Teluk Buton yang akan dijadikan lokasi pelabuhan samudera. foto;aulia rahman/batampos
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin meninjau Pantai Teluk Buton yang akan dijadikan lokasi pelabuhan samudera. foto;aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Tim Kerja Percepatan Ekonomi Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya tidak hanya berkoordinas dengan pejabat daerah, tapi meninjau langsung lokasi-lokasi akan dibangun infrastruktur, Rabu (13/7).

Diantaranya meninjau lokasi yang akan dibangun pelabuhan samudera di Desa Teluk Buton, yang akan dijadikan pelabuhan utama menargetkan kapal yang melintas di ALKI I.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin yang memimpin tim kerja pun takjub melihat keindahan Pantai Teluk Buton yang menawan. Sehingga pelabuhan samudera dikonsep ramah lingkungan.

“Pelabuhannya harus ramah lingkungan, supaya menjaga keindahan alam tetap lestari, hindari terkontaminasi, pelabuhan tidak merusak keindahan alam,” sebut Ridwan.

Menurutnya, dari sisi kontur dan alur lokasi sepertinya tidak ada masalah sebagai lokasi pelabuhan yang berskala internasional.

“Kawasan Teluk Buton mendukung, baik dari sisi strategis maupun bentuk alamnya. Faktual lapangan segera dilaporkan kepada pak menteri untuk segera dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Pekerjaan ini secepatnya akan dimulai. Pemerintah Daerah juga harus bisa mendukungnya,” ujar Ridwan.

Sekretaris Dishubkominfo pemkab Natuna, M. Amin mengaku sudah mempersipakan keperluan pembangunan pelabuhan utama tersebut. Seperti DED dan RIB sudah disiapkan, serta lahannya.

“Tahun ini pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan satu hektare lahan. Semoga saja di APBD perubahan anggaran untuk pembebasan lahan bisa ditambah,” sebut Amin.

Dikatakan Amin, pembangunan di Natuna sewajarnya harus ramah lingkungan. Desainnya sudah tergambar sebagai pelabuhan ramah lingkungan.

Selain meninjau lokasi kawasan pembangunan Pelabuhan Utama, rombongan tim kerja percepatan pembangunan Natuna kemenko Maritim dan sumber daya meninjau kawasan wisata Tanjung Datuk dan meninjau kawasan Wisata Alif Stone Park di Desa Sepempang. Bandara sipil Ranai serta lanjut ke Sedanau, meninjau kawasan budidaya perikanan.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar