Ini Pidato Terakhir David Cameron

388
Pesona Indonesia
David Cameron resmi meninggalkan kursi Perdana Menteri Inggris. Ia digantikan Theresa May. Sumber Foto: telegraph.co.uk
David Cameron resmi meninggalkan kursi Perdana Menteri Inggris. Ia digantikan Theresa May. Sumber Foto: telegraph.co.uk

batampos.co.id – Kepemimpinan pemerintahan Inggris resmi berpindah dari tangan David Cameron ke tangan Theresa May. Keduanya sudah bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham sekitar pukul 16.00 GMT, Rabu (13/7/2016) atau Kamis (14/7/2016) WIB.

Ya, Inggris kini memasuki lembaran baru. Inggris resmi keluar dari Uni Eropa dan kini memiliki pemimpin baru setelah David mengundurkan diri usai referendum yang menghasilkan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sebelum meninggalkan pemerintahan, Cameron sempat berpidato di parlemen. Di sesi tanya jawab terakhir parlemen atau Prime Minister’s Questions, gelak tawa memenuhi gedung. Cameron memilih mengakhiri jabatannya dengan cara jenaka.

’’Pagi ini saya melakukan beberapa rapat dengan para menteri dan beberapa pihak lainnya. Siang ini ganti bertemu dengan yang mulia Ratu, agenda sisa hari saya setelahnya sangat ringan,’’ ujar Cameron yang disambut tawa oleh para legislator.

Setelah mengundurkan diri di hadapan Ratu Elizabeth II, Cameron memang menjadi warga biasa. Tentu, dia tidak perlu melakukan banyak rapat sebagaimana biasanya.

Dalam pidatonya, Cameron juga memuji dan menggoda Pemimpin Oposisi Jeremy Corbyn. Bapak tiga anak tersebut menyatakan mulai mengagumi Corbyn. Menurut dia, pemimpin Partai Buruh tersebut mengingatkannya pada kesatria hitam di film komedi Monty Python’s Holy Grail.

’’Dia (si kesatria hitam, Red) ditendang berkali-kali, tapi tetap berkata teruskan, ini hanya luka daging. Saya mengagumi itu,’’ kelakar Cameron yang disambut standing ovation oleh legislator dari partainya dan sebagian anggota Partai Buruh.

Cameron juga menyatakan sedih harus berpisah dari Larry, si kucing yang tingal di Downing Street 10. Untuk menunjukkan rasa cintanya, Cameron menunjukkan fotonya bersama Larry.

Namun tentu tidak semua pidato Cameron berisi guyonan. Dalam beberapa kesempatann, dia juga menyebut keberhasilan kepemimpinannya selama enam tahun belakangan ini. Termasuk di antaranya pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan negara-negara barat yang lain, legalisasi pernikahan sesama jenis, serta menciptakan 2,5 juta lapangan kerja.

Sesi tanya jawab masih ada, tetapi tidak sengotot biasanya. Namun, anggota Partai Buruh Graham Stringer, tampaknya, tidak ikut arus. Dia tetap serius bertanya pada Cameron soal antrean operasi katarak yang meningkat.

Cameron pun menjawab singkat saja. ’’Saya belum mendengar masalah itu. Tapi, saya akan memperhatikannya…sore ini!’’ katanya yang disambut ledakan tawa hampir seluruh anggota parlemen.

Cameron mengakhiri pidatonya dengan lambaian tangan pada istrinya Samantha dan tiga anaknya, Florence, Nancy, serta Elwen. Mereka duduk di tribun publik yang terpisah oleh kaca. (afp/reuters/mirror/sha/c15/any)

Respon Anda?

komentar