Promosi Wonderful Indonesia Mendulang Sukses di Perhelatan Piala Euro 2016

1612
Pesona Indonesia
Brand Wonderful Indonesia di bus-bus yang mengangkut turis ke tempat-tempat pertandingan selama penyelenggaraan Euro 2016 di Paris, Prancis. Sumber Foto: caratahu.com
Brand Wonderful Indonesia di bus-bus yang mengangkut turis ke tempat-tempat pertandingan selama penyelenggaraan Euro 2016 di Paris, Prancis. Sumber Foto: caratahu.com

batampos.co.id -Kementerian Pariwisata dibawah komando Arief Yahya memang jeli melihat pasar pariwisata Indonesia. Momen Piala Eropa atau Euro 2016 lalu, dimanfaatkan untuk mempromosikan Wonderful Indonesia!

Hasilnya, kepak sayap promosi pariwisata yang diinisiasi Kemenpar RI di Kota Paris itu, sukses menghipnotis puluhan juta pasang mata dari 21 Juni–18 Juli 2016.

“Timingnya pas, ketika jutaan pasang mata di Eropa sedang mengarahkan perhatian di ibu kota Prancis itu. Wonderful Indonesia tampil di pusat keramaian Paris, dengan branding di 20 bus city tour yang atap atasnya terbuka itu,” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata di Jakarta.

Kini, gaung brand Wonderful Indonesia makin nyaring. Bukan saja di kota-kota penyelenggara Travel Mart di dunia, tetapi juga di kota mode dunia yang setiap tahun dikunjungi 84,4 juta wisatawan mancanegara itu.

Orang-orang berkantung tebal dengan gaya hidup elegan di Paris pun kini mulai mengenal dengan akrab, national brand pariwisata Indonesia.

Logo Wonderful Indonesia lengkap dengan gambar atraksi alam dan budaya Indonesia rajin bolak-balik Kota Paris dengan menumpang bus city tour pengangkut wisatawan itu. Saat opening ceremony dan partai puncak di Stade de France,

Saint-Denis, logo Wonderful Indonesia ikut hadir di sana. Logo yang mengedepankan sayap burung Garuda sebagai ikonnya itu ikut membaur bersama 80.000 fans yang menyaksikan langsung partai final Perancis vs Portugal. Itu belum termasuk ratusan ribu pasang mata lainnya yang menyaksikan di bar-bar dan café-café yang ada di Paris.

“Ini yang sering saya sebut sebagai menjaring di kolam penuh ikan. Sekali lempar jaring, jutaan ikan yang menyangkut di jala,” ungkap Arief Yahya.

Kesan itu sangat penting dalam branding. Wonderful Indonesia membuat kesan yang wow di ajang sepak bola Eropa itu.

Saat pesta kembang api di Menara Eiffel yang menjadi ikon Paris, Wonderful Indonesia juga ikut menemani. Promosi Wonderful Indonesia seperti mutiara di tengah pasir tumpah, begitu mudah jadi perhatian, karena memantulkan kerlip cahaya dari semua sisi.

“Promosi Wonderful Indonesia berlangsung heboh. Banyak wisatawan dan penduduk Kota Paris yang memuji promosi seperti ini. Salam Wonderful Indonesia,” kata Eka Moncarre, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar yang memantau di Kota Paris, Rabu (13/7/2016).

Heboh dan suksesnya promosi tadi sejatinya tidak mengherankan. Dari dunia maya hingga dunia nyata, Piala Eropa 2016 selalu jadi perbincangan. Di dunia maya, #Euro2016 tercatat selalu menjadi trending topic di twitter, instagram, dan Facebook sepanjang Juni 2016.

Kata euro2016 disebutkan 177,891 kali di media sosial selama penyisihan grup turnamen. Dibandingkan dengan kata  Euro2012 yang disebutkan 41,324 kali selama penyisihan grup pada 2012, ini adalah peningkatan tweet dari 330 persen.

Di dunia nyata lebih dahsyat lagi. Sky Sports melaporkan bahwa Piala Eropa ditonton 6,3 miliar manusia. UEFA, asosiasi sepak bola Eropa, ikut menambahkan bahwa ada 2,1 juta orang menonton langsung Kejuaraan Sepak Bola empat tahunan yang paling bergengsi di Eropa ini.

Brand Wonderful Indonesia di bus-bus tingkat di Kota Paris, Prancis selama perhelatan Euro 2016. Sumber Foto: caratahu.com
Brand Wonderful Indonesia di bus-bus tingkat di Kota Paris, Prancis selama perhelatan Euro 2016. Sumber Foto: caratahu.com

Itu belum termasuk turis dan warga Paris yang menyaksikan dari bar dan kafe. Sekedar gambaran, dalam kondisi normal, rata-rata Kota Paris saja dikunjungi 7 juta turis setiap bulan. Bila ditambah penduduk kotanya yang mencapai 12 juta dan penduduk kawasan sekitarnya, 10 juta, totalnya mencapai 22 juta orang.

“Ini promosi yang sangat efektif. Mirip dengan taktik pemasaran Menpar Arief Yahya dalam menggarap pasar Singapura, Hongkong, dan Macau, yakni menjaring di kolam yang banyak ikan-ikannya,” ulas Eka.

Seperti diketahui, pamor Piala Eropa 2016 itu sangat bergengsi. Pergelaran ajang serupa yakni Copa America Centenario yang digelar hampir bersamaan, kalah gaungnya. Padahal para pemain bintang pun bertebaran di Copa America.

Ini karena Eropa sampai saat ini masih menjadi kiblat sepakbola dunia. Dalam istilah reporter sepak bola, meliput Piala Dunia dan Piala Eropa itu mirip dengan ibadah Haji dan
Umrah-nya jurnalis.

Brand Wonderful Indonesia dengan laterbelakang Objek Wisata Candi Borobudur menghiasi bus-bus kota bertingkat di Kota Paris, Prancis, selama perhelatan sepakbola Euro 2016. Sumber Foto: caratahu.com
Brand Wonderful Indonesia dengan laterbelakang Objek Wisata Candi Borobudur menghiasi bus-bus kota bertingkat di Kota Paris, Prancis, selama perhelatan sepakbola Euro 2016. Sumber Foto: caratahu.com

Dalam gelaran akbar itu, ada 8.400 jurnalis yang meliput Piala Eropa 2016. Dan mayoritas liputannya, tertuju ke Kota Paris.

“Malam promosi Aperitif Indonesia di atas Peniche (kapal restaurant, red) yang diparkir di pinggir sungai Seine, di tengah kota Paris, dekat Paris City Hall, juga sukses besar. Jumlah peserta yang ingin ikut serta melebihi kapasitas kapal yang disewa dan diprivatise organiser. Sejak informasi dibuka, lebih dari 900 orang tertarik. Padahal hanya 300 yang dapat ditampung. Ini luar biasa,” bebernya.

Ada banyak hal yang didapat dari setiap penyelenggaraan perhelatan besar seperti Piala Eropa 2016.

Empat tahun lalu, Polandia dan Ukraina mendapatkan banyak keuntungan dari sisi perekonomian, dan pengembangan pariwisata. Dampak positif yang dihasilkan Euro 2012 ini disebut para pengamat lebih besar dari perhelatan Olimpiade Barcelona.

Peningkatan turis asing di Polandia gara-gara Euro 2012 mencapai 36 persen. Pendapatan tambahan dari kedatangan wisatawan asing di event tersebut, yang diperkirakan sekitar Rp 14,7 triliun, ternyata mencapai Rp 24,5 triliun atau lebih bagus 67 persen. (inf)

Respon Anda?

komentar