Salah Satu Ciri Vaksin Palsu: Harganya Murah

1490
Pesona Indonesia
Petugas kesehatan sedang meneteskan vaksin polio terhadap seorang balita di  Kelurahan Tanjungpinang Kota, Selasa (8/3).  foto:yusnadi/batampos
Petugas kesehatan sedang meneteskan vaksin polio terhadap seorang balita di Kelurahan Tanjungpinang Kota, Selasa (8/3/2016). foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Beredarnya vaksin palsu di Batam, diduga dipicu oleh harganya yang lebih murah.

Sumber koran Batam Pos (grup batampos.co.id) harga vaksin asli biasanya berkisar Rp 30 ribu per botol. Sementara vaksin palsu hanya dibanderol Rp 10 ribu per botolnya.

Baca Juga: Menkes Tolak Buka Nama Fasilitas Kesehatan Pemakai Vaksin Palsu

Meski BPOM Kepri bersikukuh belum ada vaksin palsu di Batam, namun sudah bisa dipastikan bahwa vaksin yang dibeli dari sumber tak resmi yang ditemukan di beberapa apotek di Batam adalah palsu.

Sebab vaksin tersebut dibeli di lokasi yang sama dengan vaksin yang sudah dinyatakan palsu di wilayah Jakarta dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

“Katanya mereka beli di Pramuka (Pasar Pramuka Jakarta Timur, red),” ungkap sumber tersebut, Rabu (13/7/2016).

Dijelaskan, mestinya BPOM bisa langsung menetapkan asli atau tidaknya vaksin meski baru menemukan satu bukti. “Tak perlu banyak. Saya rasa satu saja cukup,” katanya.

Baca Juga: Polda Kepri Terjunkan Tim Usut Peredaran Vaksin Palsu di Batam

Ditanya mengenai dampak dari penggunaan vaksin palsu itu, dia menyebut secara umum tak ada dampak yang vatal. Karena pada dasarnya, vaksin palsu tak mengandung bahan berbahaya.

“Cairan yang ada dalam vaksin (palsu) itu adalah sesuatu yang bisa diterima oleh tubuh. Makanya tak ada gejala sakit-sakitan,” tuturnya.

Hanya saja, penggunaan vaksin palsu berarti membohongi konsumen, dalam hal ini anak-anak yang mendapatkan vaksin. Seharusnya anak-anak mendapatkan imun atau kekebalan atas penyakit setelah divaksin. Tapi karena vaksin tidak mengandung bahan-bahan yang seharusnya, maka kekebalan anak-anak menjadi berkurang.

“Paling anak-anak tak mendapatkan vaksin sesuai kebutuhannya saja,” ungkapnya.

Baca Juga: Vaksin Palsu Beredar di Batam, Ini Kata Wakil Wali Kota

Mengenai harga vaksin ini, Manager Pengembangan Bisnis Rumah Sakit Awal Bros Batam dr Shinta Trilusita mengatakan pihaknya tak pernah membeli dengan harga semurah itu.

“Kami tak pernah beli dengan harga segitu, karena dari distributor resmi. Gak pernah ada harga yang segitu,” katanya, Rabu (13/72016).

Namun saat ditanya berapa harga vaksin tersebut, Shinta tak ingin menyebutkannya. “Harga normal distributor lah mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam Candra Rizal mengaku sudah memberikan sanksi kepada apotek maupun klinik yang membeli vaksin palsu. Namun sanksi yang diberikan masih berupa peringatan secara tertulis.

Dinkes Batam akan melakukan pembinaan terhadap klinik dan apotek yang kedapatan membeli vaksin dari sumber tak resmi tersebut.

“Bila diulang lagi, baru kami berikan sanksi yang lebih berat,” ujarnya.

BACA: Kumpulan Berita Vaksin Palsu

Menyikapi kabar peredaan vaksin palsu ini, Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau orangtua melakukan vaksin atau imunisasi di Puskesmas atau Posyandu.

“Biar aman dan terjamin,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati, Rabu (13/7/2016).

Mengenai dampak yang ditimbulkan setelah melakukan imunisasi dengan vaksin palsu, dia menyebut beragam. Namun umumnya akan mengalami demam tinggi.

“Tergantung daya tahan tubuh si anak juga,” kata dia.

Saat ini vaksin yang digunakan oleh Dinas Kesehatan langsung didapat dari Kementerian Kesehatan, dan terjamin keasliannya. “Kalau butuh tinggal minta di Dinkes, dan itu gratis. Asalkan data jumlah anak yang akan diimunisasi ada,” jelas dia. (ska/she/cr17)

Respon Anda?

komentar