Tangkap Penjambret, Polisi Kepung Rumah Kos Pelaku

699
Pesona Indonesia
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno menunjukan tersangka jambret dan barang bukti. foto:sandi/batampos
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno menunjukan tersangka jambret dan barang bukti. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Aksi penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di berbagai lokasi di Tanjungbalai karimun akhirnya berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Karimun Reskrim. Satu orang pelaku tunggal yang selama ini meresahkan warga ditangkap.

”Pelaku jambret yang berhasil kita tangkap adalah Adung Permadi yang ditangkap bulan lalu di salah satu tempat kos di Jalan H Arab, Kecamatan Karimun. Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan, karena pada saat itu kita sudah melakukan pengepungan di sekitar tempat kos tersangka,” ujar Kasat reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Rabu (13/7).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, katanya, tersangka Adung telah melakukan aksinya selama tujuh kali di berbagai lokasi. Seluruh sasaran atau korbannya adalah wanita, khususnya wanita yang separuh baya. Baik yang menggunakan sepeda motor dan yang berjalan kaki. Bahkan, pernah dalam satu hari tersangka melakukan aksinya di dua lokasi yang berbeda.

”Dari tujuh lokasi dengan tujuh orang korban, satu orang korbannya sempat di rawat di rumah sakit. Hal ini disebabkan, korban terjatuh setelah tas miliknya dijambret oleh tersangka, sehingga mengalami luka pada bagian kepala dan kakinya. Selain itu, dalam perkara ini hanya tiga orang saja yang membuat laporan ke polisi. Sedangkan, empat orang lainnya tidak membuat laporan. Untuk itu, kita menyarankan kepada korban yang pernah menjadi korban jambret dan belum membuat laporan agar melaporkan kepada polisi,” papar Dwihatmoko.

Dikatakan Dwihatmoko, korban beraksi sendiri dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BP 2467 GK. Selain itu, tersangka selalu mengamati korbannya, khususnya korban yang meletakkan tas atau dompet di tempat barang yang ada di bawah stang sepeda motor. Saat ini, barang bukti dari tangan tersangka berupa sepeda motor, pakaian dan helm yang digunakan disita untuk keperluan penyidikan. Termasuk juga beberapa lembar KTP dan kartu TAM milik korban.

Tersangka Adung Permadi secara terpisah mengaku bahwa dia tidak punya pekerjaan tetap. ”Pada saat datang ke Tanjungbalai Karimun berharap dapat pekerjaan. Tapi, ternyata tidak ada pekerjaan yang tetap. Sehingga, saya berencana untuk pulang ke kampung halaman. Namun tidak punya uang, akhirnya melakukan jambret,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar