Antisipasi Abu Sayyaf, Kapal Batu Bara Bakal Dikawal Aparat Bersenjata

706
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Untuk mencegah terulangnya kasus penyanderaan anak buah kapal (ABK) oleh militan Abu Sayyaf, pemerintah telah menyiapkan opsi memperketat pengamanan kapal pengangkut batu bara di perairan Filipina Selatan.

Salah satunya adalah dengan menempatkan petugas keamanan bersenjata di kapal batu bara tersebut.

“Kita sedang mempertimbangkan sesuai IMO untuk kemungkinan tongkang-tongkang ini dipersenjatai,” ujar Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (14/7) malam.

Petugas bersenjata yang akan melakukan pengamanan, kata Luhut, bukanlah anggota TNI. Sebab, konstitusi Filipina melarang adanya campur tangan militer asing masuk ke negaranya.

“Sea Marshall, begitu untuk menjaga kapal tadi,” imbuhnya. K

Kebijakan tersebut sangat mungkin dilakukan mengingat terdapat dalam International Maritime Organization (IMO).

Terlebih lagi, jumlah kapal yang mengangkut batu bara dengan menggunakan kapal tongkang tidaklah banyak. Hanya ada 15 persen dari total kapal yang digunakan.

Sementara itu, sisanya menggunakan kapal besar yang secara keamanan relatif lebih terjamin. (jpg)

Respon Anda?

komentar