Kerabat Minta Komplek Makam Embung Fatimah Didesain Ulang

937
Pesona Indonesia
Bangunan makam Embung Fatimah di Pulau Penyengat rusak karena tertimpa pohon. foto:lara anita/batampos
Bangunan makam Embung Fatimah di Pulau Penyengat rusak karena tertimpa pohon. foto:lara anita/batampos

batampos.co.id – Kerabat dekat Sultan Abdurrahman Muazamshah yang merupakan anak dari Embung Fatimah, Tengku Fahmi meminta bantuan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk membangun ulang komplek makam Embung Fatimah. Pasalnya, lantaran tertimpa pohon besar, bangunan makam yang berada di Pulau Penyengat tersebut rusak parah.

“Kalau dapat pemerintah membantu. Dan kalau mau dibangun, kalau bisa makam-makam yang ada di komplek tersebut disatukan. Karena semua makam Itu masih satu keluarga. Bisa didesain ulang,” ujar Tengku Fahmi, di Penyengat, Kamis (14/7).

Tengku Fahmi mengatakan, awalnya makam Embung Fatimah hanya dikelilingi oleh pagar tembok. Tapi kemudian dibangun oleh keluarganya yang ada di Sigapura.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang Lindawati mengatakan, bangunan memang mengalami rusak berat, dan perlu renovasi total. Tapi, untuk melakukan renovasi perlu dilakukan kajian terlebih dahulu.

“Kami akan join ke Dinas Tata Kota Tanjungpinang maunya seperti apa. Yang pasti tidak merubah terlalu banyak, ” ujarnya.

Untuk menjaga situs sejarah yang ada di Penyengat, Camat Tanjungpinang Kota, Raja Kholidin meminta Lurah Penyengat untuk mendata situs yang keberadaannya kurang terawat.

“Kalau ada pohon-pohon lapuk bisa dibersihkan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bangunan komplek makam Embung Fatimah di Pulau Penyengat rusak karena tertimpa pohon.Menyikapi itu, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang telah melakukan pengecekan dan penghitungan.

Hasil dari penghitungan akan dirapatkan, untuk mencari sumber pembiayaan. Beberapa opsi sumber pembiayaan, antara lain menunggu dana yang digulirkan melalui CSR Bank Indonesia, dimasukkan ke APBDP, atau bisa menjemput dana dari Pemerintah Provinsi Kepri dan dari Kementerian Kebudayaan. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar