Keselamatan Penumpang Tidak Terjamin di Pelabuhan Batuampar

978
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian bersama Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan jajarannya saat meninjau pengoperasian terminal baru pelabuhan Batuampar yang khusus untuk melayani arus mudik warga Batam yang menggunakan kapal Pelni, Jumat (24/6/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian bersama Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan jajarannya saat meninjau pengoperasian terminal baru pelabuhan Batuampar yang khusus untuk melayani arus mudik warga Batam yang menggunakan kapal Pelni, Jumat (24/6/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemindahan pelabuhan kapal PT Pelni dari Sekupang ke Batuampar dinilai terburu-buru tanpa memperhatikan aspek keselamatan bagi para penumpang.

“Polisi harus bekerja ekstra karena harus memeriksa secara manual, kita kan tidak tahu jika ada yang bawa narkoba dari Medan atau tempat lainnya,” ujar anggota DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov.

Ia menilai keputusan untuk memindahkan pelabuhan kapal PT Pelni sangat terburu-buru sekali. Ia menyoroti masalah keamanan, dimana di pelabuhan tersebut tidak dilengkapi detektor pengaman.

Menanggapi hal tersebut, Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan pelabuhan Sekupang saat ini tengah dibangun, dan jika sudah selesai maka kapal Pelni akan kembali kesana.

“Sifatnya hanya sementara, setelah selesai Pelni akan di Sekupang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan “Dalam peraturan kepelabuhan, tidak boleh pelabuhan penumpang disatukan dengan pelabuhan bongkar muat”.

Ia menilai keselamatan penumpang sangat terabaikan. Pasalnya jalur penumpang menuju kapal bersinggungan dengan rute bongkar muat.

“Penumpang yang turun juga harus berjalan kaki menuju pintu keluar yang cukup jauh, belum lagi kalau hujan,” ujarnya.

Kadin Batam juga mendapat pengaduan dari sejumlah pengusaha yang mengeluh karena waktu bongkar muat barang-barang mereka tertunda akibat hal ini.

“Waktu bongkar muat sekitar 7 jam, jadi ketika kapal PT Pelni merapat, maka terpaksa ditunda, sehingga rugi biaya,” katanya. (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar