Lapangan Kerja Mulai Terbatas, Pencaker di Batam Harus Berketerampilan

974
Pesona Indonesia
Para Pencaker menunggu info lowongan pekerjaan di Pujasera Batamindo, Kamis (19/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Para Pencaker menunggu info lowongan pekerjaan di Pujasera Batamindo, Kamis (19/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Berakhirnya musim lebaran yang biasanya dibarengi dengan kedatangan para pencari kerja (pencaker) di Kota Batam membuat persaingan lapangan kerja semakin meningkat. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Afrizal Dachlan menilai, siapapun berhak mencari kerja di Kota Batam.

“Tapi jangan lupa bekali diri dengan kemampuan dan keterampilan bekerja,” kata Afrizal, kemarin.

Kondisi semacam ini di mata Afrizal sah-sah saja. Mengingat Kota Batam sebagai kota industri. Tingginya angka pencaker yang tidak dibarengi dengan peluang lapangan kerja yang ada membuat persaingan kian sengit diperebutkan.

Kalau mereka mempunyai pengalaman yang minim, kata Afrizal, tentu menjadi pertimbangan bagi perusahaan, yang akhirnya menjadi kerugian bagi para pencari kerja ini. “Jadi kami harapkan orang-orang yang datang ke Batam memiliki modal keterampilan yang menjadi tambahan nilai jual mereka,” ungkapnya.

Meski ekonomi secara makro sedang melemah, Afrizal masih melihat optimisme investasi di Kota Batam yang bisa berimbas langsung terhadap perluasan lapangan kerja. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dipercayanya jadi momentum titik-balik ekonomi di Batam. “Perbaikan ekonomi memang yang semua orang tunggu,” ujarnya.

Karena itu pula, Dinas Sosial di masing-masing daerah, menurut Afrizal, harus mempersiapkan diri menyambut perbaikan ekonomi di era MEA ini. Sedini mungkin hal tersebut bisa dimulai dengan menggelar pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan.

“Agar masyakat Kepri juga mampu menyesuaikan diri dan meningkatkan kualitasnya di era persaingan ini,” pungkas Afrizal. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar