Lingga Menuju Lumbung Pangan

1071
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau lahan persawahan di Kabupaten Lingga didampingi Bupati Lingga Alias Wello. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau lahan persawahan di Kabupaten Lingga didampingi Bupati Lingga Alias Wello. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello, berinovasi mencetak sawah di lahan subur Lingga.

Perlahan tapi pasti, dalam waktu lebih kurang 4 bulan masa baktinya, proyek sawah percontohan berhasil menarik perhatian Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Mimpi Lingga dibawah kepemimpinan Awe sapaan akrab bupati Lingga yang beri gelar ‘Lipas Kodong’ oleh Gubernur Kepri seperti membangun ulang kejayaan Lingga-Riau beberapa abad silam.

Dahulu, ketahanan pangan tanaman sagu yang membuat Lingga tidak pernah dikuasi Belanda. Soal pangan, Lingga begitu dielau-elukan dalam sejarah kerajaan Nusantara karena memiliki cukup karbohidrat untuk bertahan hidup dan menata ibukotanya di Daik menjadi pusat intelektual, pendidikan, agama dan juga strategi.

Meski masih lahan percontohan dengan hasil yang lumayan, sawah di Sungai Besar, kecamatan Lingga Utara tersebut memberi harapan bagi warga pesisir Lingga.

Awe prediksi pada September 2016 nanti, akan ada panen yang lebih besar.

“September nanti kita akan panen lebih besar. Kementerian juga akan turun. Akhir Desember di APBNP, kita juga dapat percetakan sawah di Bukit Langkap dan Panggak Darat. Semoga ini bisa memutus mata rantai kebutuhan beras dari luar,” kata Awe yang berdarah Bugis tersebut.

Sementara itu, melalui APBN P, akhir Desember nanti pemerintah pusat melalui TNI AD akan membantu percetakan 350 hektare lagi sawah di Lingga yakni di desa Bukit Langkap dan desa Panggak Darat.

Sejumlah pakar dan ahli baik LIPI juga dilibatkan untuk bekerjasama menerapkan inovasi tekhnologi maupun memenuhi kebutuhan pupuk di Lingga.

Selain percetakan sawah, inovasi pertanian lainnya juga dibuka Awe kepada investor. Seperti Ubi, Kelapa di pulau Talasa dan juga Sagu yang melibatkan investor dari India. Meski diawali dengan dana pribadinya, tanpa menggunakan APBD Lingga yang 3 tahun terakhir melulu dilanda devisit, langkah Awe menjadi pemicu mengucurnya dana pusat yang selama ini tidak terserap.

“Di Indonesia ini hanya Lingga Kepri dan Jakarta yang tidak memiliki ketahanan pangan. Tapi hari ini, Lingga sudah punya,” kata Awe bangga.

Dalam kesempatan kunjungan Gubernur Kepri, Selasa (12/7) kemarin Awe juga tak sungkan berbicara terbuka ditengah ratusan mata yang hadir agar pemprov mengucurkan lebih APBD Kepri ke Lingga.

“Pak gubernur, antarlah duit tu lebih-lebih ke sini. Sampai saat ini belum ada dana APBD yang di gunakan,” ungkap Awe penuh canda agar Lingga mendapat perhatian serius pemprov Kepri. (mhb)

Respon Anda?

komentar