Meresahkan Masyarakat, Satpol PP Batam Jaring 26 Anak Punk

765
Pesona Indonesia
Anak punk yang terjaring razia saat didata di Mako Satpol PP Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Anak punk yang terjaring razia saat didata di Mako Satpol PP Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menjaring 26 anak punk di beberapa titik di Kota Batam, empat di antaranya perempuan.

“Tempatnya (penjaringan) di Jodoh, simpang Basecamp Batuaji, Simpang Kepri Mall (Simpang Kabil) dan ada juga tempat lain,” kata Kasat Pol PP Kota Batam,Hendri, Kamis (14/7) siang.

Dia mengatakan keberadaan anak punk kian meresahkan masyarakat, lantaran tak hanya mengamen, aksi anak punk merembes ke aksi kriminal.

“Laporan sudah sering kita terima. Pernah (kejadian) ada pekerja pulang mereka dipalak anak punk,” tuturnya.

Menurutnya sebagian besar yang terjaring merupakan pendatang baru, dari yang hanya baru hitungan bulan hingga satu tahun dan ada beberapa merupakan warga Batam.

Ditanya soal Batam selalu saja didatangi anak punk padahal pernah dipulangkan, Hendri menduga ada yang mengkoordinir kedatangan anak-anak punk tersebut.

“Ini yang sedang kami cari informasinya,” ungkapnya.

Selanjutnya anak punk yang terjaring razia tersebut diserahkan ke Dinas Sosial lalu dipulangkan ke daerah asal masing-masing, sementara yang asli Batam akan dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina dan dibuat surat pernyataan agar tak kembali ke jalanan.

“Kalau ada warga yang tahu keberadaan anak punk, informasikan ke kami. Penjaringan anak punk masih terus berlanjut,” ungkapnya.

Seorang diantaranya Putri,17, yang merupakan warga asli Batam mengaku tertarik bergabung dengan kelompok yang didominasi bertato dan bertindik itu karena kekeluargaan cukup erat, sementara dilingkugan keluarga kandungnya, ayah dan ibunya sudah cerai.

“Senang saja, anak-anak kompak semua,” ungkap remaja putus sekolah ini.

Sementara lainnya, Ayu,26, asal Jakarta mengaku datang ke Batam untuk mencari pekerjaan. Hingga tiba di Batam dia bekerja serabutan.

“Aku bukan anak punk, tadi kebetulan sama mereka saja,” imbuhnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar