Natuna Belum Bisa Nikmati Hasil Gas Alamnya Sendiri

913
Pesona Indonesia
Santos Northwest Natuna B.V kini mengambil alih migas di Blok Ande-Ande Lumut, Natuna, Kepri. Foto: smabuenergy.com
Santos Northwest Natuna B.V kini mengambil alih migas di Blok Ande-Ande Lumut, Natuna, Kepri, untuk dieksplotasi. Foto: smabuenergy.com

batampos.co.id – Staf Ahli Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumberdaya, Ali Rahman mengungkapkan, Natuna bakal sulit menikmati hasil gas alam sendiri untuk kebutuhan lokal.

“Sudah sejak lama, gas alam Natuna sulit dialiri untuk kebutuhan lokal. Kami sudah upayakan itu namun belum berhasil sampai saat ini,” ungkap Rahman ketika berkunjung ke Natuna dalam program percepatan ekonomi maritim kemarin.

Gas alam Natuna, kata Ali Rahman, sepenuhnya dinikmati Singapura melalui pipa bawah laut. Bahkan diakuinya Batam saja belum bisa nikmati gas alam Natuna untuk kebutuhan listrik.

Diakuinya, gas alam Natuna sangat diperlukan untuk mendukung percepatan ekonomi maritim Natuna sendiri. Gas alam bisa mengatasi pemenuhan listrik Natuna yang terdiri dari pulau pulau.

“Listrik negara tidak akan bisa maju, belum mendapatkan alokasi gas,” tegasnya.

Dikatakannya, kebutuhan listrik di Natuna akan terus berlipat ganda beriring direalisasinya percepatan ekonomi maritim, apalagi Natuna sebagai poros maritim dunia.

Ia mencontohkan, listrik di Batam bisa memenuhi kebutuhan maksimal karena PLN berhasil mendapatkan alokasi gas dari luar Provinsi Kepri .

Untuk listrik Batam pemerintah seringkali berupaya mendapatkan gas dari Natuna yang notabene masih satu provinsi dengannya tapi tidak dapat juga.

Dikatakannya, pemerintah akan terua upayakan negosiasi dengan Singapura. Hingga gas Natuna dapat dijadikan sebagai daya penggerak pembangunan khususnya kelistrikan negara.

“Negara harus dapat alokasi gas dari Natuna. Tentu itu pondasi pendukung kemajuan poros maritim di Natuna,” ujar Ali Rahman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar