Serangan Truk di Prancis Tewaskan 80 Orang

383
Pesona Indonesia
Polisi masih mengindentifikasi truk yang menyerang kerumunan pesta Bastille Day di Nice. Foto: Valery Hache/AFP
Polisi masih mengindentifikasi truk yang menyerang kerumunan pesta Bastille Day di Nice. Foto: Valery Hache/AFP

batampos.co.id – Sedikitnya 80 orang tewas dalam serangan truk yang menabrak kerumunan orang saat merayakan Bastille Day di Nice, Prancis, Kamis (14/7/2016) malam waktu setempat atau Jumat (15/7/2016) pagi.

Bahkan, jumlah korban tewas diprediksi bakal terus bertambah karena banyak korban luka lainya kondisinya kritis dan petugas masih terus melakukan evakuasi dan identifikasi.

AFP melaporkan, sopir truk tewas ditembak usai kendaraan yang dia bawa dihujani peluru. Sopir dan truk tersebut disebut sengaja menabrak, menyerang kerumunan, dan meluncur setidaknya sejauh 2 km.

“Seorang individu yang mengendarai truk menabrak kerumunan. Dia akhirnya ditembak polisi,” jata juru bicara kementerian dalam negeri Prancis, Pierre-Henry Brandet.

Robert Holloway, wartawan AFP yang berada di lokasi saat kejadian melaporkan, truk berwarna putih itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menciptakan adegan kekacauan yang mengerikan.

“Orang-orang terhantam dan terbang, puing-puing juga melayang di udara,” katanya.

Emily Watkins, salah seorang warga negara Australia yang ikut dalam perayaan Bastille Day di Nice mengungkap, dia melihat dengan jelas truk itu melaju. Awalnya dia tidak menyadari apa yang telah terjadi, sebelum akhirnya dia tersadar korban sudah berjatuhan.

“Ada banyak teriakan. Orang-orang panik, tersandung tubuh manusia. Mereka mencoba masuk ke lobi hotel, tempat parkir, ke mana saja bisa berlindung,” tuturnya kepada Australian Broadcasting Corporation.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan.

Ucapan duka dan kecaman aksi teror ini sudah mengaliar dari belahan dunia.

Presiden AS Barack Obama mengutuk serangan ini sebagai aksi dari teroris yang mengerikan.

Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. (adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar