Subsidi Solar tetap Dipertahankan

680
Pesona Indonesia
Seorang wanita cantik mengisi BBM ke kendaraan roda empat. Foto: jpgrup/rpg
Seorang wanita cantik mengisi BBM ke kendaraan roda empat. Foto: jpgrup/rpg

batampos.co.id – Kementerian ESDM berupaya mempertahankan subsidi solar Rp 500 per liter dalam APBN 2017. Sejak awal Juli, subsidi solar memang dikurangi dari Rp 1.000 per liter menjadi Rp 500 per liter.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja Puja menyatakan, subsidi solar akan dipertahankan untuk membentuk dana cadangan energi. Bila harga minyak dunia tetap berada di level bawah, pengalihan subsidi solar bakal dimasukkan ke dana cadangan energi.

Peluang pemerintah untuk melanjutkan pengurangan subsidi cukup besar. Meski demikian, keputusan tersebut masih bisa berubah. Terutama karena harga solar merujuk pada fluktuasi nilai jual minyak dunia.

’’Kalau harga seperti saat ini, kami tetap usulkan subsidinya Rp 500 per liter,’’ katanya kemarin (14/7/2016).

Bagaimana kalau harga minyak dunia terus meroket? Wirat menuturkan bahwa besaran subsidi solar bisa direvisi. Tidak dipaksakan tetap Rp 500 per liter. Entah kembali ke Rp 1.000 per liter atau dalam jumlah tertentu sesuai dengan hitungan.

’’Lihat ke depan, kalau harga minyak terlalu tinggi, mungkin (subsidi, Red) bisa naik lagi,’’ ujarnya.

Wirat menjelaskan, subsidi solar Rp 500 per liter diberlakukan sejak Juli. Uji coba pengurangan subsidi solar dilakukan selama enam bulan mendatang. Meski subsidinya berkurang 50 persen, Kementerian ESDM memastikan harga solar di pasaran tidak berubah. Tetap Rp 5.150 per liter.

’’Saat ini sudah Rp 500 per liter, tapi untuk 2017 bergantung fluktuasi minyak dunia,’’ tegasnya.

Meski belum secara terang menyebutkan besaran subsidi solar, pemerintah perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Sebab, jumlah solar yang harus disubsidi sepanjang 2017 mencapai 16 juta kiloliter (kl).

Artinya, jika subsidi solar tetap pada Rp 500 per liter, pemerintah perlu menyiapkan Rp 8 triliun. Angka itu didapat dari mengalikan jumlah solar yang disubsidi, yakni 16 juta kl atau setara 16 miliar liter, dengan Rp 500. Kalau harga minyak dunia naik dan subsidi bertambah, duit yang harus disediakan pemerintah tentu harus lebih besar.

Penetapan kuota BBM bersubsidi itu disebutnya sudah sesuai dengan usulan pemerintah dan rekomendasi Komisi VII DPR. Tetap adanya subsidi menepis anggapan bahwa pemerintah tidak lagi menyediakan bahan bakar murah.

’’Subsidi tetap diberikan untuk solar, termasuk elpiji 3 kg,’’ ungkapnya.

Selain itu, soal kebijakan subsidi 2017, Wirat mengungkapkan bahwa pemerintah akan melaksanakan efisiensi dan efektivitas subsidi elpiji 3 kg. Caranya melalui uji coba subsidi tepat sasaran secara langsung. Rencananya, pada awal Agustus pembelian tabung melon dibatasi dengan area uji coba di Tarakan.

’’Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg juga diperluas ke kawasan Indonesia Timur,’’ terangnya.

Daerah yang diincar supaya jumlah pengguna minyak tanah berkurang adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua. Pada 2017, dialokasikan 0,69 juta kl subsidi minyak tanah.

Kebijakan lain pemerintah terkait dengan subsidi adalah mengurangi konsumsi elpiji 3 kg. Caranya, melakukan peningkatan dan pengembangan pembangunan jaringan gas (jargas) kota untuk rumah tangga. Termasuk meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan untuk transportasi.

’’Peran pemda dalam pengendalian dan pengawasan BBM bersubsidi dan elpiji 3 kg juga lebih ditingkatkan,’’ tuturnya. (dim/c14/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar