Tak Direspon KSOP, Dishub Gerah, Lapor ke Kemenhub

877
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Terkait keberadaan rig pengeboran minyak lepas pantai yang parkir di jalur pelayaran antara Tanjungpinang dan Batam membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri gerah. Kepala Dishub Kepri, Muramis menegaskan pihaknya sudah membuat laporan langsung Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Karena tidak ada respon dari KSOP Tanjung Uban pihak yang mengeluarkan izin. Kami sudah melaporkan langsung ke Kemenhub,” ujar Muramis, Rabu (13/7) lalu di Gedung Daerah, Tanjungpinang usai rapat persiapan Sail Karimata 2016 bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Ditegaskannya, pihak yang mengeluarkan perizinan tersebut adalah KSOP Tanjunguban. Ditegaskannya, wilayah tempat parkirnya dua unit rig di perairan Bintan memang berada di jalur pelayaran. Apa yang menjadi kekhawatiran pihaknya adalah, keberdaan rig tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya lakalantas laut.

“Ketika kondisi cuaca tidak bersahabat. Segala sesuatu bisa terjadi. Kita lebih baik mencegah, sebelum itu terjadi,” jelas Muramis.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dishub Kepri dan KSOP Uban terkait persoalan ini. Menurutnya, untuk keselamatan pelayaran, rig tersebut sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Bukan di jalur pelayaran yang intensitasnya tinggi.

“Kita akan panggil Dishub Kepri dan KSOP Uban segera. Karena ini menyangkut keselamatan pelayaran dilaut,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga sudah lantang meminta keberadaan alat pengeboran minyak tersebut dipindahkan. Akan tetapi sampai saat ini, tidak ada respon dari KSOP Tanjunguban. Bahkan dua unit rig masih tetap parkir di jalur pelayaran. Keberadaan rig itu, sudah sangat dikeluhkan oleh operator dan nakhoda kapal.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar