Tujuh Anak Ini Keracunan Usai Makan Bakso Tusuk Bakar

1420
Pesona Indonesia
DIRAWAT INTENSIF: Tujuh anak-anak Kampung Kayu Pontong, Jorong Padang Gelanggang, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur yang mengalami keracunan makanan dirawat di RS Achmad Moechtar Bukittinggi, kemarin--nanda/padek
DIRAWAT INTENSIF: Tujuh anak-anak Kampung Kayu Pontong, Jorong Padang Gelanggang, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur yang mengalami keracunan makanan dirawat di RS Achmad Moechtar Bukittinggi, kemarin. Foto: nanda/padeks/jpg

batampos.co.id – Sedikitnya tujuh anak-anak di Kampung Kayu Pontong, Jorong Padang Gelanggang, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur, Padang, Sumbar dilarikan ke Rumah Sakit Achmad Moechtar (RSAM) Bukittinggi.

Mereka mengalami gejala pusing dan mual-mual serta mencret tiga jam setelah mengonsumsi bakso tusuk bakar, Kamis (14/7) siang.

Ketujuh korban tersebut antara lain, Fikri Faturahman, 4, Aqiva Alfikri 1,5, Radit Saputra, 8, Ibnu Anugerah, 13, Safira, 5, Muhammad Afdal, 6, dan Afrinaldi, 9.

Hingga tadi malam ketujuh korban masih mendapat penanganan dari dokter di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAM.

Ibnu, salah seorang korban kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), mengatakan pada awalnya dia membeli bakso tusuk tersebut sekira pukul 10.00 pagi, tak berselang lama juga diikuti oleh korban lainnya yang masih berdekatan rumah.

“Setelah makan bakso tersebut kepala saya mulai pusing, saya lalu tidur dan bangun terus mandi sekitar pukul 13.00, tapi kemudian kepala saya masih pusing dan langsung mual serta muntah,” terangnya.

Ibnu pun mengadukan gejala yang dialaminya kepada orang tuanya, dengan diantar orang tuanya, Ibnu pun diantar ke Puskesmas Matur.

Teta, 40, ibu dari korban Fikri Faturahman,4, dan Aqiva Alfikri 1,5, mengatakan jika penjual bakso tersebut baru empat hari membuka usahanya tersebut.

“Memang bakso tersebut banyak yang minat beli, anak-anak ramai yang belanja disana, tadi juga gitu, dari pagi sudah ramai  sejak pagi yang jajan disana,” terang Teta.

Diantara anak-anak lainnya yang ikut membeli sambung Teta, juga dua anaknya ikut menjadi korban keracunan.

“Iya, tadi anak saya juga ikut beli, tapi keduanya tiba-tiba bilang perutnya sakit dan mual, saya langsung bawa ke puskesmas,” ungkap Teta.

Setelah dibawah ke Puskesmas Matur, ternyata tak hanya kedua anak Teta saja yang mengalami kejadian serupa, secara bergantian korban lainnya berdatangan satu persatu.

“Karena tak bisa ditangani di puskesmas kami dirujuk ke RSAM, dengan menggunakan dua unit ambulan ketujuh anak-anak ini langsung di antar,” sambung Teta.

Menurut Teta berkemungkinan masih ada korban lainnya, “Tadi saya dapat kabar dari kampung masih ada dua orang lagi yang katanya mengalami kejadian serupa,” ucap Teta.

Pantauan Padang Ekspres, ketujuh korban hingga tadi malam masih dirawat diruangan yang berbeda di IGD RSAM. Tim dokterpun masih melakukan penanganan terhadap korban. Masing-masing korban pun sudah dipasangi infus ditangannya. Sementara beberapa korban terlihat

tertidur lemas tak berdaya didampingi pihak keluarga masing-masing.

“Kita masih melakukan penanganan, nanti kita kasih informasi,”ungkap salah seorang tim dokter yang enggan menyebutkan namanya tersebut sambil memeriksa salah seorang korban. (jpg)

Respon Anda?

komentar