Waduhh! Motor Dinas Berubah Fungsi, Lihat Nih… Dipakai Balap Liar

1355
Pesona Indonesia
Dua remaja sedang menunggangi sepeda motor dinas saat balap liar, kemarin. FotoBengkulu Ekspress/jpg
Dua remaja sedang menunggangi sepeda motor dinas saat balap liar, kemarin. FotoBengkulu Ekspress/jpg

batampos.co.id – Sebuah kendaraan dinas yang berfungsi sebagai penunjang kinerja Pemerintah di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tidak digunakan dengan baik oleh pemeliharanya.

Pasalnya, Motor Dinas jenis Honda Revo bernopol BD 6795 AY justru digunakan untuk ajang balap liar atau ugal-ugalan, di jalanan oleh kaum muda.

Pantauan BE, Selasa (12/7) sekira pukul 11.00 WIB terlihat sejumlah sepeda motor yang dikendarai anak muda atau dibawah umur, menggelar aksi balap liar di ruas Jalan Abu Zahar, Kelurahan Gunung Alam, Arga Makmur.

Diantaranya tampak jelas Tornas yang dikengendarai dengan percaya diri, dipacu dengan kecepatan tinggi dan tak jarang pengendara itu melakukan aksi standing atau mengangkat roda bagian depannya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati BU Ir Mian mengatakan, ia sangat menyayangkan kendaraan operasional Pemerintah itu digunakan hal-hal negatif. Oleh karena itu, ia meminta agar masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengecek serta mengawasi kendaraan dinas yang dipelihara.

“Saya sangat menyayangkan hal seperti ini, saya minta masing-masing SKPD untuk mengecek dan mengawasi kendaraan yang ada,” kata Bupati, dengan nada yang keras kepada BE (Jawa Pos Group), Kamis.

Selain itu, Mian menegaskan, jika memang ada penyalahgunaan wewenang kendaraan dinas, Pemerintah tidak segan-segan untuk melakukan penarikan kendaraan-kendaraan tersebut. “Kendaraan dinas seyogyanya dipakai untuk bekerja bukan untuk main-main. Silahkan cek kalau bisa tarik saja, ” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten BU, Margono M.Pd mengakui, ia baru menerima laporan mengenai adanya kendaraan dinas yang digunakan ajang balapan liar.

Dalam hal ini, ia akan mengecek terlebih dahulu apakah benar Tornas tersebut milik pemerintah daerah BU atau tidak. “Memang benar motor Honda Revo itu kendaraan operasional Kepala Desa atau di jajaran BPMPD, namun akan kita cek dulu kebenaran itu,” tutup Margono. (jpg)

Respon Anda?

komentar