Walikota Batam Keluhkan Izin Alokasi Lahan, Hambat Investasi

738
Pesona Indonesia

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-imagebatampos.co.id – Izin alokasi lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam, lambat. Demikian penilaian Walikota Batam, Rudi.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu iklim investasi di Batam, Kepulauan Riau.

Keluh kesah ini disampaikan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat keduanya bertemu di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (14/7). Kepada Gubernur Rudi berharap ada solusi terkait masalah ini.

Sebab, menurutnya, reformasi berokrasi perizinan yang kini digalakkan Pemko Batam akan menjadi sia-sia karena pada akhirnya semua akan terkendala masalah lahan.

“Masalah lahan ini wewenangnya diberikan ke BPN dan BP Batam. Sehingga masalah ini seperti tak bisa terselesaikan,” kata Rudi.

Menurut dia, selama ini sejumlah pihak, termasuk BP Batam terkesan menyalahkan Pemko yang dinilai lamban dalam menerbitkan izin usaha maupun perizinan untuk kepentingan investasi. Padahal masalah sebenarnya adalah masalah lahan.

“Izin alokasi lahan sebetulnya yang selalu menjadi masalah. Namun hal ini tak pernah dimunculkan, malah yang dipermasalahkan izin dari Pemko,” terang Rudi.

Dia mengklaim, proses perizinan di Pemko Batam bisa ditempuh dalam waktu yang sangat singkat. Sebab dia menjamin pihaknya bekerja sesuai prosedur.

“Kemarin saya baca di koran jika penggurusan izin investasi di BP Batam bisa selesai dalam tiga jam. Kalau kami malah setengah jam, asal aktenya lengkap,” imbuh Rudi.

Namun proses perizinan yang cepat di Pemko Batam itu menjadi percuma, karena para pengusaha harus menunggu lama untuk mendapatkan izin alokasi lahan dari BP  Batam.

“Lahan itu ditunggu satu tahun, dua tahun, empat tahun, bahkan sampai meninggalpun tak dapat-dapat. Jadi persoalan sebenarnya adalah lahanm,” beber Rudi.

Menurut dia, Gubernur Kepri harus mendukung Pemko untuk bisa mendudukan masalah lahan dengan BP Batam. Karena jika persoalan lahan jelas, maka investasi di Batam dipastikan akan maju dengan sendirinya.

Rudi mengaku pernah menyarankan sejumlah solusi kepada BP Batam terkait perizinan alokasi lahan ini. Supaya prosesnya lebih transparan dan cepat. Misalnya dengan sistem lelang.

Namun, kata dia, pihak BP Batam malah mewacanakan penggabungan sistem perizinan terpadu yang akan dikelola BP Batam. Menurut dia, ini bukan menjadi solusi melainkan malah menimbulkan masalah baru.

“Kalau semuanya dikelola BP, lebih baik bubarkan Pemko,” terang Rudi.

Selain sulitnya mendapatkan lahan untuk membangun, pemerintah juga sulit melaksanakan pelebaran jalan karena row jalan banyak yang sudah beralih fungsi. Ia mencontohkan ada row jalan yang harusnya memiliki lebar 50 meter, kini hanya tinggal 25 meter karena 25 meter lainnya sudah dijual ke pengusaha.

Oleh karena itu, Rudi memohon dukungan Gubernur untuk memfasilitasi pertemuan dengan BP Batam. Sehingga permasalahan ini bisa segera diselesaikan.

“Hari ini Pak Gub saya mohon dukungannya. Kota yang maju, dilihat dari jalannya. Semua bicara Batam macet, apakah teknologinya kita tahan, tak mungkin. Maka satu-satunya jalan adalah dengan pelebaran jalan. Saya sudah minta ke Pak Hatanto (Kepala BP Batam, red), izin lahan yang diberikan harus dikembalikan ke fungsinya,” sebut Rudi.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin menyambut baik keinginan Wali Kota Batam yang ingin memajukan Batam. Ia mengaku akan mendukung semua hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

“Itu semua bisa kita lakukan kalau kita bisa duduk bersama, BP dan Pemko Batam. Apa yang disampaikan wali kota itu memang benar. Beliau menghadapi persoalan. Kalau kita tidak bantu dengan kebijakan, kasihan dia tak bisa selesaikan masalah,” jelas Nurdin.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Batam cukup baik dibandingkan daerah lainnya. Karena itu, apapun permasalahan yang menghambat kemajuan Batam harus diselesaikan.

“Kalau tidak dituntaskan dari sekarang nanti masalah besar lagi. Nanti akan kami bicarakan lagi,” kata Nurdin.

Dalam kunjungannya ke Kantor Wali Kota Batam kemarin, Nurdin juga menyerahkan bantuan kepada Pemko Batam berupa dua unit armroll truck, empat bin container, dan dua tangki air masing-masing berkapasitas 8.000 liter. (she/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar