Amerika Serikat Masuk Pasar Utama Ekspor Kepri

612
Pesona Indonesia
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Bila sebelumnya Italia masuk sebagai daftar utama negara tujuan ekspor Provinsi Kepri, pada Juni 2016 ini, giliran Amerika Serikat yang tercatat dalam tabel negara tujuan. Berada di peringkat kedua, nilai ekspor dari Provinsi Kepri ke Amerika Serikat mencapai 89,21 juta Dollar AS. Angka ini cukup positif dengan mengalami peningkatan 55,13 persen dari bulan sebelumnya yang hanya mencatat 57,51 Dollar AS.

“Catatan ini mestinya bisa disikapi dengan perluasan pasar internasional. Kapal laut juga baru masuk sebagai deretan golongan barang ekspor ke AS pada bulan ini, dan mestinya bisa didorong terus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Jumat (15/7).

Karena itu, tambah Panusunan, pemerintah daerah mesti mengambil peduli mengenai perkembangan kondisi ekspor ini. Perluasan pasar internasional juga merupakan bukan sesuatu yang mustahil dilakukan.

“Diharapkan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mengekspor produk daerah Kepri,” ujarnya.

Adapun negara tujuan utama ekspor Provinsi Kepri adalah Singapura. Dari tahun ke tahun, negara jiran ini selalu menempati peringkat utama sebagai negara tujuan ekspor. Mengingat letak geografisnya yang berdekatan. Angkanya yang dicatat juga terbilang fantastis.

Pada Juni 2016, jumlah nilai ekspor ke Singapura mencapai 465,97 juta Dollar AS. Dari bulan ke bulan juga terus mengalami peningkatan. Pada bulan sebelumnya saja, nilai yang tercatat mencapai 398,63 juta Dollar AS.

Panusunan menambahkan, ekspor kapal laut ke Singapura juga perlu didorong. Mengingat ini juga pasar utama ekspor ke negara Asia Tenggara selanjutnya. Tak dipungkiri Singapura merupakan pasar empuk berbagai komoditas barang dari Kepri. Hal ini dinilai Pasununan juga perlu ditingkatkan.

“Ini potensi yang belum dikelola secara baik juga. apalagi Kapal laut melibatkan tenaga kerja yg banyak,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar