Erdogan Datang, Rakyat Turun ke Jalan, Kudeta Militer Turki Gagal Total

1049
Pesona Indonesia
Ribuan warga Turki turun ke jalan-jalan di Istambul dan Ankara merespon seruan Presiden Erdogan melawan upaya kudeta oleh kelompok militer. Foto: reuters
Ribuan warga Turki turun ke jalan-jalan di Istambul dan Ankara merespon seruan Presiden Erdogan melawan upaya kudeta oleh kelompok militer. Warga menguasai tank militer. Foto: reuters

batampos.co.id – Mendegar kelompok militer Turki melakukan upaya kudeta, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sedang berada di luar negeri langsung kembali ke Ankara dan menyerukan kepada rakyatnya untuk turun ke jalan menentang kudeta tersebut.

Seruan Erdogan langsung direspon rakyat Turki. Ribuan orang turun ke jalan-jalan kota Istanbul dan Ankara dalam upaya melawan kudeta oleh militer.  Tank-tank militer di hadang dan dikuasai ribuan warga.

Di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, terlihat massa menguasai Taksim Square, alun-alun kota Istanbul yang menjadi saksi berbagai demonstrasi besar.

Memang militer sempat melepaskan tembakan ke udara, namun tak menyurutkan massa loyalis Erdogan.

Massa juga bergerak menuju jembatan yang melintasi selat Bosphorus yang ditutup aksesnya oleh militer.

Jaringan televisi DHA TV di Turki menayangkan gambar massa yang mengepung kendaraan militer. Mereka berteriak, mengibarkan bendera dan melayangkan tinju ke arah tentara.

Sementara itu, tentara tidak berdaya berada di belakang tameng mereka. Dalam salah satu video, seorang polisi dan tentara terlibat adu mulut.

Saksi mata kepada CNN mengatakan, ada sekitar 1.000 orang yang saat ini berada di bandara Ataturk, beberapa di antara mereka bahkan telah berkumpul di landasan pacu bandara yang ditutup itu.

Puluhan tentara Turki yang menjadi bagian dari upaya kudeta akhirnya menyerah pada polisi. Tindakan dilakukan setelah pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta telah gagal.

Diberitakan Reuters, sekitar 30 tentara Turki menyerahkan senjata mereka setelah dikepung polisi di Taksim Square, pusat kota Istanbul.

Para tentara menyerahkan senjata mereka dan digiring ke dalam mobil polisi. Sementara itu di udara terlihat jet tempur yang terbang rendah dengan suara yang memekakkan telinga.

Dalam akun Twitter diplomat Turki di perwakilan Washington, AS, terdapat foto beberapa tentara Turki yang dibekuk saat mencoba mengambil alih istana kepresidenan. Mereka terlihat digiring oleh polisi dengan tangan terikat dan kepala tertunduk.

Dalam foto lainnya, terlihat belasan tentara duduk di sebuah ruangan, sementara di tengahnya ada seorang polisi yang mengacungkan pistol.

Walau pemerintah Turki menyatakan kudeta militer telah gagal, namun situasi di Istanbul dan Ankara masih genting. Tentara dilaporkan menyerbu masuk ke kantor media.

Diberitakan CNN, penyiar berita stasiun televisi CNN Turk di gedung Dogan Media Center mengatakan tentara telah memasuki bangunan tersebut.

“Kami tidak tahu kapan masih bisa meneruskan siara, sekitar lima atau 10 menit lalu mereka masuk,” ujar penyiar.

Sebelumnya CNN Turk menyiarkan wawancara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan aplikasi FaceTime di iPhone. Dalam wawancara tersebut, Erdogan menyerukan rakyat Turki melawan kudeta, memicu ribuan orang turun ke jalan.

Bangunan Dogan Media Center juga merupakan kantor dari beberapa media lainnya, seperti koran Hurriyet Daily News dan stasiun Kanal D.

Di awal upaya kudeta, tentara menguasai stasiun televisi pemerintah, TRT, dan mengumumkan jam malam serta darurat militer. Dalam siaran tersebut, militer mengatakan pemerintah Erdogan telah mengikis demokrasi dan hukum sekuler di Turki.

Tidak lama setelah itu, siaran TRT terhenti dan baru menyala pada dini hari Sabtu (16/7/2016).

Sementara itu Reuters memberitakan, dua ledakan kembali terdengar di dekat gedung parlemen Ankara. Anggota parlemen yang berhasil dihubungi lewat telepon mengatakan mereka bersembunyi di ruang perlindungan gedung.

Saat awal kudeta, bandara ditutup, akses ke sosial media terhenti dan tentara menutup akses jembatan di atas selat Bosphorus, Istanbul.

Pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta itu gagal, sementara para petinggi militer mengatakan bahwa mereka tidak merestui insiden tersebut.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim seperti dikutip Reuters mengatakan upaya kudeta itu dilakukan oleh anggota militer pengikut ulama Turki yang berada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. (den/CNN Indonesia/Reuters)

Respon Anda?

komentar