Lingga Jadi Lokasi Syuting Film Pendek

772
Pesona Indonesia
Pelabuhan di Desa Penuba, Lingga.
Pelabuhan di Desa Penuba, Lingga.

batampos.co.id – Nadienne Batam Production, telah menyelesaikan pembuatan film pendek berjudul Surat Untuk Bapak yang mengambil lokasi syuting di Kabupaten Lingga. Beberapa lokasi yang menjadi tempat syuting adalah sejumlah desa yang memang memiliki panorama bahari yang indah dan masih asri.

“Desa Penuba, Daik Lingga dan Pantai Pasir Panjang, kami lihat sesuai dengan konsep cerita pada film ini,” kata Line Producer Erwan Bachrani di Dabo Singkep, Jumat (15/7) pagi.

Erwan menambahkan, kisah yang diangkat dalam film pendek ini tentang kehidupan seorang anak nelayan yang sangat mengagumi dan mencintai sosok seorang ayah. Pada scene tertentu dalam film ini digambarkan anak tersebut sangat bangga terhadap profesi ayahnya sebagai nelayan.

Tokoh utama dalam film berjudul Surat Untuk Bapak ini diperankan oleh Cinta sebagai Timah dan ibunya bernama Juha yang diperankan Eva adalah warga asli Kabupaten Lingga. Film ini disutradarai Monowangsa yang telah lama berkecimpung di dunia per filman Inonesia.

Selain itu, Erwan mengajak kepada seluruh masyarakat Kepri untuk menonton film ini yang ditayangkan di website video.com sekaligus memberikan dukungan dengan memberi vote kepada hasil karya anak bangsa ini. Film ini juga sebagai wakil Kepri diajang Indonesia Short Film Festival SCTV 2016.

“Jika banyak dukungan dan nantinya film ini masuk sebagai juara, tentunya kawasan Kepri khususnya Kabupten Lingga Tanah Bunda Melayu ini akan dilirik oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Erwan mengajak masyarakat.

Dalam perjalanan pembuatan film ini, Erwan mengatakan tidak ada kendala yang berarti karena niat yang tulus untuk mengangkat kondisi nelyan di Kabupaten Lingga yang tidak jauh beda dengan komdisi nelayan lainnya yang ada di Indonesia.

Erwan menambahkan, selain film ini Nadienne Batam Production juga memproduksi film berjudul Langit Jingga di Laut Lingga yang nantinya akan diikut sertakan dalam ajang akbar festival film pendek di tiga negara yakni, Belanda, Jerman, Singapura.

“Film ini kami dedikasikan untuk Indonesia negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alamnya,” tutup Erwan. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar