Militer Turki Kudeta Presiden Erdogan

1254
Pesona Indonesia
Militer Turki berjaga-jaga di Taksim Square usai kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, Jumat (15/7). Foto: REUTERS
Militer Turki berjaga-jaga di Taksim Square usai kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, Jumat (15/7). Foto: REUTERS

batampos.co.id – Kudeta militer telah terjadi di Turki, Jumat (16/7).

Kantor-kantor media termasuk stasiun radio dan televisi milik negara, TRT, telah dikuasai Angkatan Darat Turki. Melalui TRT pula angkatan bersenjata yang melakukan kudeta mengumumkan pengambilalihan kekuasaan.

Penyiar TRT berdasarkan perintah militer telah menyiarkan kabar kudeta itu. Militer menuding pemerintahan Erdogan telah mengikis demokrasi dan hukum sekuler.

Selanjutnya, militer telah membentuk “dewan damai” yang akan menjalankan pemerintahan. Dewan itu akan memastikan keamanan warga.

“Angkatan Bersenjata Turki telah mengambil alih seluruhnya pemerintahan di seluruh negeri berdasarkan konstitusi, hak asasi manusia dan kebebasan, aturan main dan keamanan umum yang telah rusak,” kata sang penyiar membacakan pernyataan militer Turki.

Militer Turki juga menjamin segala kesepakatan dengan negara lain tetap berlaku. “Kai berharap semua hubungan baik dengan seluruh negara akan berlanjut.”

Militer juga telah menutp bandara-bandara di Turki. Akses internet pun telah diblokir.

Sedangkan dua jembatan di Bosphorus, Istanbul juga telah ditutup. Tentara terlihat berlalu lalang di mulut jembatan.

Turki merupakan salah satu negara anggota Pakta Perhatanan Atlantik Utara (NATO). Negeri yang beribu kota di Ankara itu merupakan mitra strategis Amerika Serikat dalam memerangi ISIS.

Sementara itu, Presiden Erdogan yang dikabarkan telah kabur dengan jet pribadi muncul di televisi melalui layanan FaceTime. Ia mengatakan, kudeta akan segera berakhir.

Erdogan mengajak para pendukungnya untuk mengambil alih jalanan dan mempertahankan pemerintahan. Menurutnya, pelaku kudeta akan mendapat ganjaran berat.

“Kami akan mengatasinya,” tandas Erdogan. (independent/ara/jpnn)

Respon Anda?

komentar