Orang Tua Diminta Mengantarkan Anaknya pada Hari Pertama Sekolah

2037
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Dadang AG. Foto:Yusnadi/batampos
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Dadang AG. Foto:Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani meminta orang tua murid mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru 2016-2017 yang dimulai Senin (18/7) nanti.

Terutama bagi orang tua siswa baru yang masuk kelas satu untuk semua jenjang sekolah utamanya SD dan SMP sederajat.

“Tujuannya adalah untuk menjalin hubungan antara orang tua dan guru wali murid,” ujar Dadang, Jumat (15/7).

Dadang tidak ingin orang tua hanya mengantarkan anak ke gerbang sekolah. Tapi harus bertemu langsung dengan wali murid. Dengan begitu, akan terjalin komunikasi yang intensif antara keduanya.

Dikatakan Dadang, rutinitas itu sebenarnya telah terjalin pada orang tua dulu. Tapi sayangnya kebiasaan tersebut saat ini telah tergerus oleh kebiasaan baru. “Alhasil banyak murid yang hanya diantar supir. Itu harus dirubah,” ujarnya.

Dengan terjalinnya komunikasi antara orang tua dan guru, kata Dadang, maka secara otomatis akan terbangun rasa tanggung jawab antara kedua pihak.

Orang tua harus menyampaikan kepada wali murid, bahwa mereka menitipkan anaknya di sekolah untuk dididik dan dibekali dengan ilmu pengetahuan. “Karena itu kami butuh dukungan orang tua,” ujarnya.

Gerakan orang tua mengantar anak ke sekolah sesuai dengan surat edaran menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah.

Dalam edaran tersebut, kepala daerah juga diminta untuk memberikan dukungan dengan bentuk dispensasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat memulai kerja setelah mengantar anak ke sekolah.

Selain itu, untuk instansi swasta juga diminta agar memberi dispensasi serupa bagi karyawannya.

Sementara untuk regulasi, dikatakan Dadang mulai tahun ajaran baru akan diterapkan regulasi baru, yaitu Masa Orientasi Siswa (MOS) ditiadakan dan diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah oleh guru kepada siswa baru. Penguatan dan pemantapan karakter siswa dengan program wajib mengaji di sekolah juga akan dimulai tahun ajaran baru ini.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono mengatakan dispensasi akan diberikan, dengan catatan hanya untuk mengantarkan anaknya yang baru masuk sekolah pada Senin (18/7) mendatang.

“Kalau itu kebijakan dari pusat kita patuhi. Namun kita tetap memiliki pertimbangan dan memperhatikan pelayanan publik agar tidak terganggu,” katanya.

Untuk mengantarkan anak sekolah, dikatakannya tidak memerlukan waktu lama. Sehingga bisa disiasati. Tapi Riono tidak mau momen itu dimanfaatkan orang tua untuk kepentingan di luar mengantarkan anak ke sekolah. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar