Pembangunan Monumen Bahasa Melayu Lagi-lagi Tertunda

493
Pesona Indonesia
Pulau Penyengat dilihat dari Udara. Di pulau bersejarah ini akan dibandung Monumen Bahasa Melayu. Foto: istimewa
Pulau Penyengat dilihat dari Udara. Di pulau bersejarah ini akan dibangun Monumen Bahasa Melayu. Foto: istimewa

batampos.co.id – Monumen Bahasa Melayu (MBM) Penyengat di Tanjungpinang yang mangkrak pekerjaanya, terancam tinggal nama. Pasalnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri menunda melakukan review terhadap Detail Engineering Design (DED) terhadap bangunan tersebut. Lantaran defisit anggaran yang mendera keuangan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Kemarin, kami memang sudah melakukan peninjauan ke lokasi MBM di Penyengat. Tetapi melakukan uji teknis terhadap kualitas bangunan,” ujar Kepala Seksi Pengujian dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Sumantri, Jumat (15/7) di Tanjungpinang.

Menurut Sumantri, pengujian dilakukan sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan review DED terhadap bangunan tersebut. Masih kata Sumantri, lewat APBD murni 2016 memang sudah dianggarkan sekitar Rp 600 juta untuk perubahan DED. Hanya saja, hal itu urung dilakukan. Lantaran Pemprov Kepri kembali mengalami defisit anggaran.

“Sekarangkan masih dalam tahapan rasionalisasi anggaran. Jika memungkinkan, perubahan DED akan dilakukan pada APBD Perubahan nanti. Jika memang tidak bisa, tentu akan dilakukan lewat APBD 2017 mendatang,” paparnya.

Dikatakannya, selain melakukan pengujian terhadap kualitas bangunan yang ada, Dinas PU Kepri juga akan meminta bantuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit nantinya. Hasilnya, setelah itu akan dilaporkan kepada Kepala Dinas PU Kepri.

“Kita harus melakukan pengujian dan perhitungan terhadap kebutuhan pembangunan kedepannya. Sehingga harus melalui berbagai proses,” jelasnya.

Disebutkannya, apabila tahun ini review DED-nya rampung, tahun depan akan dilaksanakan pembangunannya. Apabila tidak bisa dilakukan tahun ini, perubahan DED akan dilakukan pada APBD 2017. Selanjutnya pada 2018 baru bisa dilakukan kelanjutan pembangunannya.

“Kelanjutannya tentu sangat tergantung pada kemampuan anggaran. Mudah-mudahan perubahan DED-nya bisa dilaksanakan tahun ini. Tahun depan, bisa dilakukan perkerjaanya

Menurut Sumantri, pelaksanaanya tentu tergantung pada kemampuan anggaran daerah. Ditambahkan Sumantri, pembangunan MBM yang digadang-gadang akan menjadi ikon bagi Provinsi Kepri, memang sudah masuk dalam kerja Pemprov Kepri kedepan.

“Mudah-mudahan tahun depan, pembangunannya sudah selesai. Evaluasi yang dilakukan adalah langkah antisipatif, jangan sampai kesalahan yang sama terulang kembali nantinya,” tutup Sumantri.

Sebelumnya, pekerjaan pembangunan Monumen Bahasa Melayu dibawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp12,5 miliar mulai dilaksanakan pada pertengahan 2014 lalu. Pada perjalannya terjadi wan prestasi, yang menyebabkan kontraktor di black list.

Karena dinilai gagal, dibawah Gubernur Kepri priode 2010-2015, Muhammad Sani langsung membuat keputusan strategis, yakni memberikan perintah kepada Dinas PU Kepri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsikan Kepri menitahkan (meminta,red) Pemprov Kepri untuk melakukan pembangunan kembali Monumen Bahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

“Monumen Bahasa Melayu (MBM) Pulau Penyengat harus diselesaikan Pemprov Kepri di tahun 2016 mendatang dengan cara apapun. Karena itu adalah hasil mufakat 12,” ujar Ketua LAM Kepri, Abdul Razak belum lama ini.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar