Pusat Kucurkan Dana APBNP Rp 50 Miliar untuk Jalur Lintas Barat Lanjutan

626
Pesona Indonesia
Pembukaan lahan (tanah kuning) yang pernah dilaksanakan oleh kontraktor dan TMMD untuk pembangunan Jalur Lintas Barat Lanjutan di Simpang Batu 16, Kecamatan Toapaya, 2014 lalu. Pemkab Bintan akan menggesa pembangunan jalur penghubung antara bagian barat dan timur Bintan sepanjang 4-6 Km Oktober mendatang. foto:harry/batampos
Pembukaan lahan (tanah kuning) yang pernah dilaksanakan oleh kontraktor dan TMMD untuk pembangunan Jalur Lintas Barat Lanjutan di Simpang Batu 16, Kecamatan Toapaya, 2014 lalu. Pemkab Bintan akan menggesa pembangunan jalur penghubung antara bagian barat dan timur Bintan sepanjang 4-6 Km Oktober mendatang. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Pusat akan mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 50 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan untuk menggesa pembangunan Jalur Lintas Barat Lanjutan (Lintas Timur). Direncanakan pembangunan jalur penghubung antara bagian barat dan timur Bintan sepanjang 11,92 kilometer (Km) dan lebar delapan meter tersebut dimulai Oktober mendatang.

“Kita positif dapat bantuan dana dari APBNP Rp 50 miliar untuk pembangunan Jalur Lintas Barat Lanjutan. Kegiatan pembangunan jalur tersebut akan dimulai paling cepat Oktober mendatang,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Lamidi saat dikonfirmasi, Jumat (15/7).

Jalur Lintas Barat Lanjutan sepanjang 11,92 Km dan lebar delapan meter tersebut rencananya dimulai dari Batu 16, Kecamatan Toapaya menembus Batu 21, Simpang korindo, Bintan Timur. Namun dengan dana yang dikucurkan sebesar Rp 50 miliar itu maka pelaksanaan pembangunannya hanya bisa terealisasikan 4-6 Km saja.

Sebab, lanjutnya, dana yang dikucurkan itu tidak sekedar untuk pengaspalan saja melainkan juga untuk cut and fill, pembangunan box culvert serta penyelesaian masalah lahannya. Dengan dilakulannya pembangunan cut and fill serta box culvert bisa dipastikan jalur tersebut bebas dari banjir maupun erosi atau tanah longsor.

“Pembangunan jalur ini masih ada permasalahan dengan lahan. Khususnya lahan milik orang Jakarta dan Kota lainnya yang berlokasi di tengah-tengah jalur pembangunan. Jadi dengan dana itu juga kita akan selesaikan masalah ganti rugi lahannya,” katanya.

“Kendala yang dihadapi pada persoalan lahan ini karena pemiliknya berada di Jakarta, serta di kota-kota lain. Jadi dalam menemui mereka mengalami hambatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum (PU) Kabupaten Bintan, Juni Rianto mengatakan proyek Jalur Lintas Barat Lanjutan yang telah diusulkannya sejak 2014 lalu akhirnya telah disetujui dan dimasukkan penganggarannya melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat 2016 ini.

“Akhirnya pusat setuju dengan usulan pembangunan Jalur Lintas Barat Lanjutan. Jadi dalam waktu dekat ini kita sudah bisa memperosesnya,” katanya.

Pengerjaan proyek pembangunan sepanjang 11,92 km tersebut dirasakannya cukup berat. Lantaran lokasi pembangunan terhalang dua bukit sehingga harus dilakukan pemangkasan. Bukit yang harus dipangkas hingga rata, ditaksir mencapai 1 juta kubik. Kemudian juga akan dilaksanakan pembangunan delapan box culvert dan pengaspalan secara menyeluruh (overlay).

Sedangkan untuk pembebasan lahannya, sambungnya, sudah dilakukan oleh Bagian Agraria Kabupaten Bintan, dengan mengucurkan dana Rp1,5 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Derah (APBD) Bintan 2014 untuk pembukaan lahan yang dilaksanakan oleh kontraktor dan Tentara Masuk Desa (TMD) dengan panjang 12,3 Km dan luas 20 meter. Bahkan Dinas PU Bintan juga sudah membuat Detail Engenering Diseign (DED) serta melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

“Sebagian besar lahannya telah dibebaskan pada tahun 2014 lalu. Jika pembangunan jalur ini terealisasi pastinya menunjang program Bupati Bintan, Apri Sujadi dalam menghidupkan akses perekonomian ke wilayah Bintan Timur,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar