Razia Cipta Kondisi, Polisi Tilang 27 Sepeda Motor

867
Pesona Indonesia
Jajaran Satlantas Polres Tanjungpinang dan jajaran Satuan Sabhara Polres Tanjungpinang menggelar razia cipta kondisi. foto:osias de/batampos
Jajaran Satlantas Polres Tanjungpinang dan jajaran Satuan Sabhara Polres Tanjungpinang menggelar razia cipta kondisi. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Jajaran Satlantas Polres Tanjungpinang dan jajaran Satuan Sabhara Polres Tanjungpinang menggelar razia cipta kondisi serta razia kendaraan bermotor, di halaman Mapolres Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, kilometer lima, Jumat, (15/7).

Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP Sulam mengatakan dalam razia yang dilaksanakan pihaknya ini tidak hanya memeriksa kelengkapan berkendara. Namun, juga memeriksa, barang-barang yang dibawa pengendara.

”Kami juga memeriksa apakah pengendara tersebut membawa senjata tajam, narkoba atau barang berbahaya lainnya,” ujar Sulam, saat ditemui usai razia.

Dikatakan Sulam, dalam kegiatan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 27 kendaraan bermotor, satu STNK dan dua SIM. Sedangkan untuk sajam, narkoba dan barang berbahaya lainnya, tidak ditemukan.

”Pelanggaran rata-rata yang dilakukan pengendara yakni tidak melengkapi kendaraan, tidak menggunakan helm ganda dan kelengkapan surat-suratnya. Selain itu, apabila ada yang kami curigai maka kendaraannya kami tahan terlebih dulu,” kata Sulam.

Dalam operasi ini, jelas Sulam, Polres Tanjungpinang menurunkan 50 personel gabungan. Operasi ini juga sebagian salah satunya untuk mengatasi tindak pencurian kendaraan bermotor.

”Ini sifatnya untuk menciptakan kondisi yang aman, tentram dilingkungan masyarakat. Pelanggaran hanya dilakukan para pengendara roda dua,” ucap Sulam.

Untuk mereka yang disangkakan melanggara aturan lalu lintas, jelas Sulam, kendaraannya bisa diambil setelah mengikuti proses sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, pada (22/7) mendatang.

”Jika mereka sudah mengikuti sidang dan membayar dendanya di Pengadilan. Baru kendaraannya bisa diambil,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar