Satpol PP Tewas Tersambar Kereta Api Saat Tertibkan PKL

754
Pesona Indonesia
(foto: radar surabaya)
(foto: radar surabaya)

batampos.co.id – Sungguh tragis nasib Derie Anugrah Wahyu Setiabudi (32). Saat bertugas menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) di frontage road Siwalankerto, Jumat (15/7) pagi, anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Surabaya tersebut tewas tersambar kereta api (KA) komuter.

Korban menghembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara setelah dirawat kurang dari setengah jam.

Dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya (Jawa Pos Group), pagi itu sekitar pukul 09.30 korban bersama regu Judge Bao Satpol PP baru saja selesai melakukan penertiban di sekitar frontage road Siwalankerto, tepatnya di depan kantor DPD Golkar Jawa Timur.

Bapak satu anak tersebut berjalan di pinggir rel KA sambil mengecek kemungkinan ada lapak PKL di sekitar rel KA yang belum dibersihkan.

Sementara itu, anggota regu Judge Bao lainnya sudah berada terpisah di depan korban dan sebagian meninggalkan rel KA.

Nahasnya, tanpa diketahui oleh korban, saat itu sedang melaju KA komuter dari arah Utara menuju ke Selatan.

Saat itu tim satu regu korban sudah mengingatkan dan memberi isyarat kalau ada KA yang semakin mendekat dari belakang korban.

Tak sempat menghindar, korban kemudian tersambar KA hingga terpental sekitar lima meter dan terluka di sebagian tubuhnya.

“Korban sepertinya melamun dan tidak mendengar teriakan para teman satu tim. Akhirnya korban tersambar KA dan terpental dengan luka parah. Lalu korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” ujar Kapolsek Gayungan Kompol Esti Setija Oetami yang sempat mengecek ke lokasi kejadian.

Derie akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 10.00 di ruang perawatan. Pria yang berdinas di Satpol PP sejak Desember 2014 itu menderita luka parah di kepala belakang dan patah tulang ekor. (psy/ima/no/jpg)

Respon Anda?

komentar