Tiga Tahun ke Depan, Kepri Jadi Gerbang Wisata Bahari

2175
Pesona Indonesia
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti mengatakan tidak mudah untuk mewujudkan Kepri sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Karena banyak pekerjaan berat yang harus dibenahi.

“Kalau kita bekerja sendiri, tentu terasa sangat berat. Tetapi kalau dikeroyok bersama-sama, tidak ada yang mustahil untuk kita wujudkan. Kita pasang target, tiga tahun kedepan Kepri jadi Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia,” ujar Guntur, Jumat (15/7) di Tanjungpinang.

Menurut Guntur, Kepri sebagai Provinsi Kepulauan punya banyak keunggulan dibandingkan dengan Provinsi-Provinsi Kepulauan lainnya yang ada dibelahan Indonesia. Atas dasar itu, ia punya keyakinan besar, Kepri lebih ke depan untuk menjadi pintu gerbang pariwisata bahari Indonesia.

“Apalagi Kepri bertetangga dengan negara-negara Asia. Selain itu juga merupakan jalur pelayaran internasional. Apalagi 96 persen Kepri adalah laut, tentu hal itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Kepri,” jelasnya.

Mantan Sekwan DPRD Kota Batam itu, juga mengatakan, Festival Bahari Kepri (FBK) yang merupakan rangkaian Sail Karimata 2016 merupakan laluan bagi mewujudkan mimpi besar Provinsi Kepri kedepan. Langkah untuk menggapai keinginana besar itu, pihaknya sedang menyusun roadmap pariwisata Provinsi Kepri kedepan.

“Natuna dan Anambas merupakan daerah sensual bagi pariwisata bahari di Provinsi Kepri. Karena gradenya lebih tinggi di bandingkan dengan Kabupaten/Kota yang lain di Kepri. Hanya saja akses yang masih perlu diperbaiki,” papar Guntur.

Lebih lanjut katanya, kedepan yang harus diperjuangkan bagi Natuna dan Anambas adalah menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai gate way entry point dan exit point internasional tentunya. Bagi kapal-kapal pesiar atau yacht di Kepri hanya Nongsa Poin Marina (NPM), Batam dan Bandar Bintan Telani (BBT) Bintan.

“Karena dua lokasi tersebut menjadi tempat yang representatif bagi berlabuhnya kapal-kapal yacht di Kepri. Karena sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung,” ungkapnya.

Dalam pendapatnya, Guntur menjelaskan entry dan exit point ini berkaitan dengan regulasi. Dan ini menyangkut keputusan pemerintah. Hal inilah yang harus didorong oleh Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Pusat.

“Kemudian diikuti dengan pembangunan sarana prasaran yang harus dibarengi dengan peningkatan akses. Apabila persoalan-persoalan ini sudah teratasi, Kepri pariwisata Kepri akan berkembang dengan pesat,” tutup Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar