Mengharukan, Polisi Turki Tetap Selamatkan Tentara Kudeta dari Amuk Massa, Ini Videonya

1325
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Upaya kudeta kelompok militer di Turki terhadap pemerintahan Presiden Erdogan, Jumat malam (15/7/2016) waktu setempat, menuai kegagalan karena rakyat Turki menolak kudeta tersebut.

Ribuan rakyat Turki turun ke jalan menghadang laju tank-tank militer. Bahkan, mereka berhasil melumpuhkan militer dan menangkapnya.

Nah, ada banyak kejadian yang mengharukan pasca upaya kudeta gagal itu. Salah satunya, saat tentara Turki yang terlibat kudeta dikepung massa dan dilempari gas air mata hingga ke dalam tank-nya.

Bahkan, seorang warga yang marah sempat naik ke atas tank lalu melayangkan pukulan dan tendangan ke kepala sang tentara yang masih dalam tank. Lalu suasana menjadi kacau karena gas air mata meletup dalam tank.

Sang tentara mencoba keluar sambil mengangkat tangannya pertanda menyerah. Namun baru separuh tubuhnya keluar, ia sudah dihujami lemparan batu oleh warga yang marah dengan aksi kudeta itu.

Sang tentara menangis sambil mengangkat tangan pertanda menyerah. Ia sempat muntah karena terhirup gas air mata.

Disaat genting itu, dua polisi langsung naik ke atas tank memberi pertolongan. Satu polisi yang mengenakan masker anti gas beracun berusaha mengeluarkan sang tentara yang sudah lemas.

Sang tentara menangis minta tolong dan langsung direspon sang polisi dengan pelukan. Sekuat tenaga ia mengangkat tubuh sang tentara. Ia juga mencegah warga untuk menghakimi sang tentara.

Begitu keluar dari dalam tank, polisi ini kembali memeluk sang tentara. Polisi ini sepertinya sangat menyadari kalau prajurit tentara yang terlibat kudeta sebenarnya hanya korban dari perintah atasannya yang memerintahkan kudeta.

Sang tentara pun berhasil diselamatkan oleh sang polisi Turki.

Ya, hingga saat ini sudah hampir 3.000 tentara yang diduga terlibat dalam upaya kudeta itu ditangkap. Mereka terancam hukuman berat karena telah berkhianat terhadap negaranya.

Namun, para tentara yang kebanyakan hanya bawahan ini tetap berharap Erdogan memaafkan mereka karena mereka terpaksa menuruti perintah komandannya yang lebih tinggi dan terlibat langsung dalam upaya kudeta itu.

Konstitusi Turki memang tak mengatur hukuman mati. Namun, agar upaya kudeta tak terlurang lagi, pemerintah Turki berencana mengubah konstitusi mereka yang memungkinkan pelaku kudeta dihukum mati. (nur)

Respon Anda?

komentar