Banyak Sapi Berkeliaran di Jalan, Pengendara Motor Kecelakaan

736
Pesona Indonesia
Korban kecelakaan dirujuk ke rumah sakit. foto:hasbi/batampos
Korban kecelakaan dirujuk ke rumah sakit. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kecelakan lalu lintas (lakalantas) akibat banyaknya ternak lembu warga yang berkeliaran bebas di ibukota kabupaten Lingga kembali terjadi, Sabtu (16/7) lalu. Seorang warga Daik kritis dan satu korban lagi luka parah setelah menabrak seekor lembu di Desa Merawang, Kecamatan Lingga.

Informasi yang berhasil diperoleh Batam Pos (group batampos.co.di), korban seorang tukang ojek benama Tupang. Akibat tabrakan tersebut ia bersama penumpang yang diboncengnya terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Lapangan (RSUL) untuk mendapat perawatan.

Kejadiaan naas bermula, saat Tupang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Tanjung Buton menuju pelabuhan Roro Penarik. Dijalan lurus saat melintasi Desa Merawang tak jauh dari sekolah dasar (SD), seekor sapi liar tiba-tiba muncul dari balik semak dan korban tidak sempat mengelak. Tupang dan penumpang yang diboncengnya terpental dijalan dan mendapat luka serius.

“Ada dua korban lakalantas yang masuk. Katanya korban menabrak lembu. Satu korban kritis dan satu lagi luka-luka,” ungkap salah seorang perawat di RSUL Daik.

Hal ini juga dibenarkan sejumlah rekan korban tukang ojek yang ikut mengantar korban ke RSUL. Kedua korban lakalantas tersebut, cepat mendapat pertolongan dari petugas RSL Daik.

Ditempat yang sama, pihak keluarga Tupang, Yan mengaku kaget mendengar saudara iparnya tersebut mengalami kecelakaan.

“Tadi saya yang angkat beliau ke dari lokasi,”ungkap Yan yang masih tidak percaya kecelakaan yang terjadi.

Mendengar kejadian naas yang dialami Tupang yang terkenal ramah, dan juga salah satu Satpam di kantor KPU Lingga tersebut, sejumlah warga berdatangan untuk membesuk korban. Sedangkan istri korban, Ara, dan tiga anaknya terlihat sedih.

Melihat kondisi Tupang yang kritis, akhirnya pihak RSL Daik dan keluarga serta beberapa saudara korban merujuk korban ke RSL yang ada di Tanjungpinang. Sekitar pukul 22.00 WIB Tupang dibawa ambulance ke Pancur untuk dirujuk ke RSL yang ada di Tanjungpinang.

Terkait peristiwa naas yang dialami Tupang, sejumlah warga yang berada di RSL Daik Lingga menyayangkan masih adanya lembu liar yang berkeliaran di jalan raya terutama di sekitar Kecamatan Lingga. Tidak hanya di Desa Merawang, namun Kelurahan Daik pusat ibukota kecamatan dan kota kabupaten juga masih banyak sekali ternak lembu dan kambing berkeliaran tanpa dikandang. Meski telah beberapa kali di dihimbau untuk menertipkan ternak, baik pemerintah maupun pemilik seakan acuh dan separuh hati.

“Semestinya lembu liar itu sudah menjadi perhatian serius dan tindakan tegas dari pihak camat, maupun pihak desa. Agar tuannya mengikat lembunya. Supaya tidak berkeliaran lagi jalan raya. Sekarang kejadian seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab? Mau pemilik lembu bertanggung jawab,” ujar Masnun, salah seorang Tokoh Masyarakat Daik yang menyayangkan peristiwa ini.

Lakalantas kali ini, kata dia sudah cukup memberi pelajaran kepada pemerintah daerah. Ia meminta, baik perangkat desa maupun camat tidak lagi menunda penyelesaian penertiban ternak yang mengancam nyawa orang lain.

Sedikitnya telah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas di Daik akibat hewan ternak lembu. Sebelumnya pernah juga warga menderita luka dan patah tangan akibat peristiwa serupa. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar