BI Longgarkan Uang Muka Kredit Rumah, Properti di Batam Kembali Bergairah

1084
Pesona Indonesia
Ilustrasi KPR
Ilustrasi KPR

batampos.co.id  – Pengembang di Batam menyambut baik kebijakan Bank Indonesia (BI) melonggarkan uang muka rumah atau dikenal dengan istilah Loan to Value Ratio (LTV).

Kebijakan ini dianggap sebagai angin segar oleh pengembang, khususnya dalam meningkatkan kembali bisnis properti Batam yang diklaim turun hingga 40 persen di tahun 2016 ini.

“Sejak beberapa tahun terakhir, properti Batam turun. Paling parah 2016 ini hingga 40 persen,” ujar Anggota Real Estate Indonesia (REI) Kota Batam, Hendra Asman, Minggu (17/7/2016).

Menurutnya, dengan kebijakan ini BI melonggarkan LTV untuk rumah tapak tipe di bawah 70 meter persegi. Dari sebelumnya 80 persen untuk rumah pertama, kini menjadi 85 persen.

Dengan begitu, uang muka hanya 15 persen. Selain itu, langkah BI merelaksasi aturan KPR inden untuk rumah kedua disambut positif karena dinilai akan sangat membantu cashflow.

“Saya yakin, kebijakan ini mampu menggairahkan kembali pasar properti. Apalagi dengan biaya uang muka ringan, akan mengerek naik kredit kepemilikan rumah (KPR),” tuturnya.

Bukan itu saja, peningkatan properti ini juga memberi efek pada sektor lain. Misalnya, penjualan semen, perkakas dan alat-alat elektronik hingga penyerapan tenaga kerja.

“Kalau properti naik, jelas semua sektor juga akan bergairah,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam itu.

Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan LTV merupakan salah satu kebijakan makro pudential BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan yang terjadi saat ini.

“Perlambatan ekonomi ini yang menjadi concern BI melalui relaksasi LTV,” kata Gusti kepada Batam Pos, kemarin.

Menurutnya, aturan LTV ini masih dalam kajian di tingkat pusat. Dan direncanakan pada kuartal ketiga nanti (September 2016-red), kebijakan baru tersebut akan dikeluarkan.

“Kalau untuk saat ini masih dalam kajian. Insaallah pada kuartal ketiga sudah diputuskan,” tuturnya.

Gusti optimis relaksasi ketentuan LTV akan mendorong pertumbuhan kredit. Ia juga berharap relaksasi LTV melalui pengurangan uang muka ini mampu memberi dorongan masyarakat untuk membeli rumah.

Terkait adanya masalah kredit macet nantinya, ia mengaku bisa diantisipasi dengan melakukan evaluasi secara benar berdasarkan kemampuan keuangan nasabah. (rng)

Respon Anda?

komentar