Bocah Tergemuk di Dunia Pilih Pulang Kampung Demi Sekolah

584
Pesona Indonesia
Arya Permana sudah berada di rumah orang tuanya di Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Foto: Bekasi Ekspres
Arya Permana sudah berada di rumah orang tuanya di Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Foto: Bekasi Ekspres

batampos.co.id – Arya Permana, 10, bocah tergemuk di dunia asal Karawang, Jawa Barat, memilih meninggalkan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, meski semua biaya dan kebutuhannya di rumah sakit ditanggung Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Dia memilih pulang ke kampungnya di Karawang, Jawa Barat demi untuk sekolah.

Bupati sudah berupaya membujuk Arya untuk tetap menjalani perawatan di rumah sakit.

Bahkan, untuk membuat Arya betah, Cellica membelikan sejumlah mainan untuk mengurungkan niat meninggalkan rumah sakit sebelum perawatan selesai.

“Kami berupaya membujuknya, tapi anaknya memang ingin sekolah. Padahal, kami sudah mempersiapkan guru untuk mengajar Arya selama di rumah sakit,” kata Cellica, Minggu (17/7/2016).

Menurut dia, perawatan Arya di Rumah Sakit Hasan Sadikin sebenarnya hanya berlangsung dua minggu. Hal itu disampaikan tim dokter yang menangani Arya kepada Cellica.

“Setelah itu dia baru menjalani rawat jalan sampai berat badannya kembali normal,” ujarnya.

Cellica mengaku, dirinya bersama orang tua dan tim dokter rumah sakit sudah menahan kepulangan Arya. Pihaknya juga menanyakan mainan yang disukai Arya.

“Tujuannya, dia betah di rumah sakit. Ada beberapa mainan canggih yang kami belikan sesuai kemauan Arya. Namun, anaknya memang ingin kembali ke sekolah. Kami tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Selama rawat jalan, Cellica meminta orang tua Arya agar disiplin dalam merawat anaknya sesuai dengan petunjuk dokter. Orang tua harus bisa menjaga pola makan Arya sampai berat badan kembali normal.

“Masalah disiplin itu penting dan harus dijaga orang tua. Jangan karena sayang, semua keinginan Arya dituruti. Terutama, masalah makanan. Kami akan terus memonitor perkembangan Arya secara kontinu melalui dinas kesehatan,” katanya.

Cellica melanjutkan, Pemkab Karawang akan tetap membantu keluarga Arya selama menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Bantuan itu berupa biaya operasional seperti transportasi, makan, dan operasional lain. “Kalau biaya berobat kan ditanggung BPJS. Kami membantu yang lainnya,” jelasnya.

Arya merupakan bocah kelas IV SD yang memiliki berat tidak wajar. Dia pernah mempunyai berat 190,5 kilogram. Selama beberapa hari di Bandung dan menjalani perawatan, kini bobotnya turun hingga 3 kilogram. (aef/din/JPG/c5/diq)

Respon Anda?

komentar