Kapolri Larang Anak Buah Umumkan Nama RS Pengguna Vaksin Palsu

843
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.  FOTO:HENDRA EKA/JAWA POS
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
FOTO:HENDRA EKA/JAWA POS

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan telah merilis beberapa rumah sakit yang disinyalir menggunakan vaksin palsu pada pasiennya. Akibatnya, masyarakat bereaksi dan bahkan ada yang bertindak anarkistis.

Hal itu ternyata membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian merasa perlu mengeluarkan instruksi terbaru soal penanganan kasus vaksin palsu. Ia melarang jajaran Bareskrim Polri atau pun kepolisian daerah mengumumkan nama rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin palsu.

“Saya sudah perintahkan kepada kapolda-kapolda juga Bareskrim. Kalau memang ada dugaan menggunakan vaksin palsu, jangan diumumkan ke publik,” kata Tito usai bersilaturahmi dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/7).

Karenanya Tito juga memerintahkan anak buahnya untuk menjaga keamanan di setiap rumah sakit yang disinyalir menggunakan vaksin palsu. Pengganti Badrodin Haiti di kursi Kapolri itu tak mau ada tindak anarkistis terhadap rumah sakit terulang lagi.

“Saya berikan warning kepada kepolisian wilayah sehingga bisa mengamankan itu. Setelah itu lakukan langkah mediasi dan diamankan,” imbuh Tito.

Seperti diketahui, sejumlah orang tua korban vaksin palsu bertindak anarkistis terhadap dokter dan beberapa fasilitas medis. Sejauh ini, tindak anarkis terjadi di RS Harapan Bunda Jakarta Timur (15/7), RSIA Mutiara Bunda Ciledug (16/7) danĀ  RS Santa Elisabeth Bekasi (16/7).(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar