Kasus Meningkat selama Operasi Ramadniya Seligi 2016

327
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id РOperasi Ramadniya Seligi 2016, di Kota Tanjungpinang berakhir, Jumat (15/7) lalu. Polres Tanjungpinang, mencatat sejumlah peristiwa yang terjadi selama 15 hari operasi tersebut dilaksanakan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Kristian Siagian melalui Kabag Ops, Kompol Sujoko, mengatakan selama operasi Ramadniya Seligi 2016 di Tanjungpinang. Ada 11 kasus yang dilaporkan ke Polres Tanjungpinang dan Polsek.

”Rinciannya, tiga kasus curanmor, tiga kasus penipuan dan penggelapan, dua kasus pencurian, satu kasus pencurian dengan kekerasan (curas), satu kasus pencurian dengan pemberatan (curat), satu kasus penganiayaan,” ujar Sujoko, usai rapat analisa dan evaluasi Operasi Ramadniya, Sabtu (16/7).

Dikatakan Sujoko, dibandingkan tahun 2015 lalu, trend perkembangan gangguan kamtibmas yang terjadi pada operasi Ramadniya 2016 mengalami kenaikan. Sebab terjadi peningkatan sembilan kasus dari tahun 2015 yang hanya terjadi dua kasus.

”Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas, sepanjang operasi Ramadniya 2016, dengan rincian tilang 79, teguran 131 dan untuk laka lantas terjadi tiga kasus,” kata Sujoko.

Selain itu, lanjut Sujoko, dalam rapat Anev yang di pimpin Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian Siagian, pihaknya juga mencatat jumlah penumpang arus mudik baik dari pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dan juga Bandara RHF Tanjungpinang, dengan rincian 41.168 orang datang melalui pelabuhan SBP. Sedangkan berangkat sebanyak 42.872 orang berangkat. Sementara yang melalui bandara RHF, orang datang sebanyak 4.865 orang, berangkat 5.605 orang.

”Trend perkembangan jumlah arus mudik melalui jalur laut dan udara baik kedatangan ke Kota Tanjungpinang maupun berangkat luar kota Tanjungpinang mengalami penurunan di banding tahun 2015. Rinciannya dari pelabuhan SBP orang datang sebanyak 54.553 orang, berangkat 46.675 orang. Dari bandara RHF, orang datang 6.678, berangkat 5.684 orang,” sebut Sujoko.

Dalam rapat Anev, jelas Sujoko, menghasilkan kesimpulan yaitu, kegiatan operasi Ramadniya Seligi 2016 sampai selesai berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat dalam keselamatan berkendara, baik di darat dan laut masih sangat rendah. Kondisi tersebut dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat tidak menggunakan helm ganda saat berkendara dan para penumpang transportasi laut tidak menggunakan jaket pelampung meskipun telah disediakan serta
himbauan kamtibmas oleh satgas operasi Ramadniya.

”Sedangkan saran yang dihasilkan dalam rapat, yakni agar Satgas dan Subsatgas operasi meningkatkan intensitas giat dalam hal deteksi lidik dan sidik, turbinjali, Kamseltibcar lantas. Tingkatkan pengamanan ditempat umum, tempat keramaian, wisata dan dilingkungan perumahan. Tingkatkan pelaksanaan Patroli ditempat-tempat umum, karena masih meningkatnya tindak pidana dibanding Operasi tahun 2015 lalu,” pungkas Sujoko.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar