Ini Manfaat Orang Tua Antarkan Anaknya pada Hari Pertama Sekolah

496
Pesona Indonesia
Ilustrasi dokumen jpnn
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bintan, Makfur Zurchman menegaskan kepada seluruh orang tua di Bintan untuk mengantarkan anaknya ke sekolahan pada semester baru, hari ini, Senin (18/7). Hal ini sangat penting dilakukan demi perkembangan dunia pendidikan anak itu sendiri sebab disaat itulah waktu istimewa dalam mengikat hubungan antara orangtua, siswa dan para guru.

“Tak ada salahnya para orang tua sisihkan waktunya sebentar untuk mengantarkan anaknya bersekolah di hari pertama masuk. Karena dengan cara itulah rasa percaya diri anak bisa kuat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/7).

Perihal mengantarkan anak kesekolahpun, lanjutnya, juga telah dihimbau oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam surat Nomor 4 tahun 2016. Surat himbauan yang ditandangani Mendikbud, Anies Baswedan itu meminta agar para orangtua mengantarkan anaknya yang duduk di bangku sekolah baik SD, SMP maupun SMA, ke sekolah pada hari pertama. Bahkan dalam surat itu juga dibunyikan kepada kepala daerah maupun pimpinan perusahaan agar memberikan keringanan atau mengizinkan setiap pegawai ataupun karyawannya untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah.

“Hal ini disebut kampanye hari pertama sekolah nasional,” katanya.

Menurutnya, mengantarkan anak ke sekolah itu memang harus dilakukan oleh para orangtua karena hari pertama sekolah itu langkah awal interaksi antara orangtua, anak dan guru. Dengan interaksi itu juga dapat mengikat satu sama lainnya. Kelak ketika ada masalah, orangtua tidak akan menyalahkan guru, maupun sebaliknya. Karena kedua belah pihak telah memiliki pengertian masing-masing. Tinggal bagaimana masing-masing memberikan pengertian serupa pada anak-anaknya.

Kemudian di saat itu juga guru mampu menjelaskan rencana pembelajaran selama satu tahun kedepan serta bisa saling bertukar pikiran antara guru dengan orangtua. Bahkan juga dapat mengalahkan rasa jika diklaim sebagai anak mami atau anak papi. Rasa malu dari ejekan-ejekan semacam itu pun dapat dihilangkan dari pergaulan anak. Sehingga dengan lingkungan pertemanan yang nyaman akan menjadi salah satu hal yang membuat niat belajar anak itu tinggi.

“Anak-anak akan menghabiskan sepertiga waktu dalam sehari di sekolah. Anak-anak juga akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam instansi pendidikan. Jadi dengan interaksi awal antara orang tua, anak dan guru dipastikan tidak akan ada lagi delik aduan atau permasalahan,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar