Orang Gila Tenggelam di Kolam Taman Kota Kijang

1144
Pesona Indonesia
Upaya pencarian orang tenggelam yang dilakukan Basarnas Tanjungpinang, Polsek Bintim dan masyarakat setempat di Kolam Taman Kota, Kijang, Kecamatan Bintim (17/7). F. Harry
Upaya pencarian orang tenggelam yang dilakukan Basarnas Tanjungpinang, Polsek Bintim dan masyarakat setempat di Kolam Taman Kota, Kijang, Kecamatan Bintim (17/7). F. Harry

batampos.co.id – Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau gila mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Kolam Taman Kota, Kijang, Minggu (17/7) sekitar pukul 9.00 WIB. Akibatnya, orang gila asal Tanjungpinang itupun tewas tenggelam di kolam yang memiliki kedalaman delapan meter tersebut.

“Kita dapat kabar ada orang tenggelam di Taman Kota Kijang. Saat itu juga kita ke lokasi untuk ikut serta melakukan pencarian,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi saat ikut serta melakukan pencarian bersama Basarnas Tanjungpinang, Polsek Bintim dan masyarakat setempat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari keterangan saksi mata, orang gila tanpa indetitas itu sempat tidur-tiduran di Jalan Simpang Empat Masjid Nurul Iman. Karena dikhawatirkan bisa menggangu arus lalulintas jalan raya, polisi pun mengusir orang gila tersebut. Lantaran diusir, orang gila itu bergegas pergi menuju sekitaran taman kota.

Berselang beberapa jam bermain di tamankota, sambungnya, orang gila itu bertelanjang dada dan berenang di kolam. Kejadian itu sempat dilihat saksi, bahkan saksi mencoba untuk menariknya dari kolam. Mungkin merasa terganggu orang gila itupun nekat berenang hingga ke tengah kolam yang memiliki kedalaman empat hingga delapan meter.

“Saat melihat korban tenggelam, saksi langsung menceburkan diri untuk menolongnya. Karena takut dirinya jadi korban tenggelam maka saksi melaporkan kejadian ini kepada kita,” Kanit Reskrim Polsek Bintim, Iptu Brasta Pratama Putra.

Mendapati laporan itu, ia dan anggotanya langsung ke TKP untuk melakukan pencarian. Kemudian juga meminta bantuan ke Basarnas Tanjungpinang dan TNI AL. Selama empat jam melakukan pencarian bersama, akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB jasad korban ditemukan di kedalaman enam meter. Selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan.

Dari hasil visum luar yang dilakukan tim medis, kata Brasta, tewasnya orang gila tanpa indetitas itu murni akibat tenggelam. Sebab tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan melainkan adanya penumpukan air di dalam paru-paru.

“Usai visum kita koordinasikan ke pihak kecamatan. Bedasarkan kesepakatan bersama, kita langsung kebumikan korban di TPU Batu 25, Kijang,” ungkapnya.

Korban yang tenggelam di Kolam Taman Kota ini, lanjutnya, merupakan penderita gangguan jiwa alias orang gila yang berasal dari luar daerah Kabupaten Bintan. Karena dari hasil pengecekkannya, orang gila tersebut tidak masuk dalam pendataan penanganan orang gila yang ada di Kecamatan Bintim maupun Dinas Sosial (Dinsos) Bintan.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sambungnya, diminta setiap kecamatan maupun instansi terkait melakukan pendataan orang yang mengalami gangguan jiwa ringan maupun berat di wilayahnya masing-masing. Kemudian melakukan penanganan secara khusus baik dengan cara memberikan pengobatan intensif maupun rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Kita inginkan Bintan ini bebas dari keberadaan orang gila di jalanan. Jadi kita minta setiap kecamatan dan instansi terkait bisa menanganinya dengan maksimal. Persoalan anggaran akan kita usulkan secepatnya agar semuanya berjalan lancar,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bintim, Iptu Brasta Pratama Putra membenarkan jika orang gila yang tewas tenggelam di Kolam Taman Kota Kijang bukan berasal dari warga setempat melainkan dari luar Bintan. Karena dari koordinasinya dengan semua pihak, orang gila tersebut merupakan kiriman atau yang sengaja dibuang oleh pihak instansi Tanjungpinang.

“Orang gila ini tidak diketahui indetitasnya. Mungkin sengaja dibuang dari Tanjungpinang ke Kijang,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar