Pemda Natuna Diminta Perketat Pengawasan Tower BTS

799
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Staf Ahli Menko Maritim dan Sumber Daya, Bambang Susanto Priyohadi mengakui Kemenkominfo terus mendorong daerah-daerah untuk membuat jaringan fiber optik

Namun menurut Bambang, perlu dikaji jenis fiberoptik yang akan digunakan. Di Natuna signal jaringan komunikasi lemah, bandwith rendah. Hal ini perlu diperhatikan kondisi tower BTS.

“Pemda harus perketat pengawasan pembangunan tower BTS, tentu itu pengaruhi bandwith, malah akan terjadi insiden tower tumbang karena korosi,” ungkap Bambang.

Bambang mengatakan, aa menganalisa untuk jaringan komunikasi internet di Natuna saat ini perlu jadi catatan adalah kondisi air to air (udara) untuk peralatan mobile yang digunakan masyarakat.

“Transistem dengan Fiberoptik dari satelit dengan FO, kemudian melepaskan ke tower BTS-BTS yang belum ada,” ungkapnya

Ia bahkan mencatat, ada salah satu BTS yang mengkawatirkan karena sudah mengalami korosi. Hal ini wajar menurutnya karena posisinya sangat dekat dengan udara laut.

“Kami juga mohon bantuan kabupaten, sebaiknya merancang peraturan tentang pengendalian BTS. Saya sudah mencatat di Indonesia dalam rentang waktu terakhir ini lebih 140 tower BTS rubuh karena korosi (karatan),” sebutnya.

Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Ridwan Djamaludin mengakui hal ini juga harus cepat direspon

“Kita ingin kembangkan industri di bidang-bidang tertentu misalnya di sini. Rasanya hal itu hampir tidak mungkin tanpa dukungan akses teknologi informasi yang memadai. Sektor pariwisata misalnya, turis juga nggak akan mau ke sini kalau hilang kontak,” sebutnya.

Dalam waktu dekat timnya akan mengusahakan langkah-langkah khusus dengan pembicaraan bersama penyedia jasa telekomunikasi (provider).

Sekretaris Dishubkominfo Natuna, M. Amin mengakui provider enggan mengembangkan bisnis dan infrastrukturnya selama ini di Natuna karena aspek profitable atau keuntungan.

“Selama ini provider sering kami lakukan pembicaraan. Namun mereka menilai pengembangannya kurang prospektif di Natuna dari sisi bisnis,” terang Amin.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar