Perda Sampah di Tanjungpinang Segera Disosialisasikan Sebelum Makan Korban

508
Pesona Indonesia
 Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Riono. foto:yusnadi/batampos
Sekda tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono mengatakan, Perda Persampahan yang telah disahkan sejak tahun 2015 lalu, akan segera disosialisasikan, setelah penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait Perda tersebut telah rampung.

“Perwakonya kami minta disegerakan, diharapkan selesai tahun ini. Baru setelah Itu kita sosialisasikan ke masyarakat,” ujar Riono, Minggu (17/7).

Sosialisasi diharapkan dapat terlebih dahulu dilakukan, supaya seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang mengetahui apa-apa saja poin yang terkandung dalam Perda Sampah tersebut.

Sejumlah masyarakat berharap, sosialisasi terkait Perda hendaknya dilakukan tidak secara mendadak. “Supaya kesannya tidak terburu-buru,” ujar Nuri, warga Batu Sembilan. Sosialisasi yang tidak mendadak, dikatakannya bertujuan sebagai pembiasaan untuk masyarakat.

Sekedar informasi, dalam Perda Persampahan, setiap orang memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga kebersihan di Kota Tanjungpinang.

Adapun isi dalam Perda Persampahan antara lain, setiap orang dan/atau badan pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib membersihkan jalan, saluran-saluran, taman dan jalur hijau yang ada di lingkungannya serta mengurangi timbulan sampah. Kewajiban setiap orang dan/atau badan termasuk penyediaan tempat sampah dan membuang sampah ke TPS.

Selanjutnya, pedagang wajib menyediakan tempat sampah untuk usahanya, dan dibuang isinya ke TPS. Pemilik atau pengemudi kendaraan umum maupun perorangan wajib menyediakan tempat sampah di dalam kendaraannya.

Tempat sampah juga harus memiliki kriteria, antara lain harus sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan. Kemudian harus rapi, tertutup dan tidak menyebarkan bau.

Selanjutnya, setiap orang atau badan yang menyelenggarakan suatu keramaian, wajib membersihkan sampah di lingkungan tempat diadakannya keramaian dan membuangnya ke TPA.

Selain Itu, setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan/atau sampah sejenis sampah rumah tangga wajib melakukan pengurangan dan/atau penanganan sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Kemudian, industri dan/atau kegiatan usaha, pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib membuang sampah yang tidak termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau yang dapat menimbulkan gangguan lingkungan hidup langsung ke TPA. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar