Pierluigi Collina Ungkap Inovasi Wasit di Euro 2016

570
Pesona Indonesia
Pierluigi Collina. (foto: espn)
Pierluigi Collina. (foto: espn)

batampos.co.id – Wasit legendaris asal Italia yang juga merupakan Ketua Komite Wasit UEFA, Pierluigi Collina, mengungkapkan fakta menarik terkait kepemimpinan korps pengadil pada gelaran Euro 2016 di Prancis.

Collina mengungkapkan ada sebuah inovasi penting sekaligus unik yang diterapkan kepada semua wasit yang memimpin laga-laga di Euro 2016. Inovasi itu yang membuat Euro 2016 menjadi minim kontroversi. Collina pun tak ragu memuji kinerja para korps pengadil yang ditunjuknya.

“Kami menerima begitu banyak pujian, misalnya, kata-kata pujian yang diungkapkan oleh pelatih terkemuka seperti Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger ,” kata Collina┬áseperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Collina menjelaskan, inovasi penting untuk para wasit adalah terkait pengetahuan membaca taktik tim peserta Euro 2016 dan juga karakter setiap pemain.

“Kami memperkenalkan sebuah inovasi penting: untuk mengetahui skema tim dan karakteristik teknis dari para pemain, yang sangat penting untuk memprediksi situasi yang mungkin membuat Anda terkejut. Suatu kondisi yang sering menyebabkan kesalahan dalam membuat keputusan,” jelasnya.

“Pada titik ini, kami telah membuat lompatan berkat dua analis pertandingan, Cristiano Ciardelli dan Gianvito Piglionico, kedua pelatih dengan Lisensi A UEFA. Setiap negara yang lolos ke Euro 2016 dipelajari secara rinci,” imbuhnya.

Selain itu, Collina juga senang melihat jumlah kartu kuning yang rendah dan juga kartu merah langsung yang hanya diterima bek Republik Irlandia Shane Duffy dalam upaya menghalangi peluang mencetak gol.

“Di antara total 205 kartu kuning, hanya ada sembilan yang memunculkan perbedaan pendapat dan satu untuk disimulasi. Dan lagi, satu kartu merah langsung di laga Prancis vs Irlandia karena menghalangi kesempatan mencetak gol,” jelas pria berusia 56 tahun tersebut.

“Artinya, kami fokus memikirkan permainan dan sangat sedikit terkontaminasi dari pikiran apa pun. Bahkan intervensi berbahaya telah diminimalkan,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar