Puncak Arus Balik, Penumpang Antar Pulau Banyak Tak Dapatkan Tiket

541
Pesona Indonesia
Penumpang menunggu kapal di Pelabuhan Buton, Lingga, saat puncak arus balik, kemarin. foto:hasbi/batampos
Penumpang menunggu kapal di Pelabuhan Buton, Lingga, saat puncak arus balik, kemarin. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Puncak arus balik kedua di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik, padat penumpang. Berakhirnya masa libur sekolah kembali membuat lonjakan penumpang yang menggunakan moda transportasi laut menuju Tanjungpinang. Kondisi ini juga membuat banyak warga antar pulau tidak mendapatkan tiket.

Pantauan dilapangan, sejak pukul 06.00 WIB pagi, penumpang sudah berdesakan di Tanjung Buton. Bukan hanya tujuan Tanjungpinang namun juga penumpang antar pulau baik ke Jagoh Dabo Singkep maupun ke pulau-pulau kecil lain seperti Pulon, Tanjung Kelit, Rejai dan Benan. Sementara tiket kapal sudah habis terjual membuat sejumlah penumpang harus menunda keberangkatan ataupun menggunakan mode alternatif seperti speedpancung di pelabuhan Penarik untuk menuju Jagoh Dabo Singkep.

“Tiket ke Jagoh Dabo sudah habis. Penumpang penuh tujuan Tanjungpinang,” kata Tri, pedagang tiket di Pelabuhan Tanjung Buton, Minggu (17/7).

Diakuinya, lonjakan arus balik kedua kali ini cukup banyak penumpang.

“Ini karena banyak adek-adek mahasiswa dari Lingga yang kembali ketempat sekolah mereka. Jadi sangat ramai,” tambahnya.

Sedangkan dilapangan, hanya ada satu operator yakni MV Arena 3 yang melayani seluruh penumpang dari Tanjung Buton.

“Kalau besok sudah normal lagi,” tambah penyedia tiket.

Sementara itu, Dishub Lingga mengantisipasi lonjakan arus balik kedua tahun ini bekerjasama dengan operator Istiqomah di pintu masuk Pancur, Lingga Utara tujuan Tanjungpinang menyediakan dua armada. Hal tersebut disampaikan langsung Kabid Laut dan Udara Dishub Lingga, Selamat.

“Operator sediakan dua armada. Banyak penumpang yang menggunakan jalur Pancur ini,” kata Dia.

Lonjakan di Pancur terjadi, kata Selamat, bukan hanya banyaknya penumpang antar pulau. Namun musim angin selatan yang terjadi jalur transportasi Pancur bagi warga lebih aman dan teduh dari gelombang. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar