Rupiah Mulai Perkasa atas Dolar & Euro

941
Pesona Indonesia
ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Aliran modal asing ke sistem keuangan Indonesia membuat kurs rupiah makin menguat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kurs rupiah menguat 2,95 persen terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dengan level tertinggi Rp 13.179,33 sepanjang Juni 2016.

Penguatan nilai tukar tertinggi berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yakni Rp 12.912 per USD, pada pekan kedua Juni.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, rupiah juga terapresiasi terhadap dolar Australia (AUD) dan euro (EUR) sepanjang Juni 2016. Rupiah terapresiasi 0,57 persen terhadap AUD. Penguatan terbesar pada EUR sebesar 3,58 persen.

’’Nilai tukar rupiah menguat karena beberapa mata uang dunia mengalami pelemahan setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa,’’ jelasnya.

Meski demikian, rupiah terdepresiasi 3,88 persen terhadap yen Jepang (JPY). BPS mencatat level terendah rata-rata nilai tukar nasional mencapai Rp 128,10 per yen Jepang yang terjadi pada minggu kelima Juni 2016.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan, penguatan rupiah menunjukkan ada arus modal yang masuk (capital inflow) ke Indonesia.

’’Kita lihat, sejak kemarin angka cadangan devisa meningkat. Itu menunjukkan inflow ke Indonesia setelah ada Brexit,’’ ujarnya.

Bank Indonesia merilis cadangan devisa USD 109,8 miliar pada akhir Juni. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan akhir Mei sebesar USD 103,6 miliar. Devisa itu setara dengan 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Menurut Mirza, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa mengakibatkan outlook ekonomi Eropa memburuk. Hal tersebut berbanding terbalik dengan outlook ekonomi di emerging market yang cerah seperti Indonesia.

Karena itu, aliran dana asing yang masuk ke surat berharga negara melejit hingga Rp 108 triliun pada bulan ini. Padahal, sepanjang tahun lalu, total aliran dana yang masuk hanya Rp 55 triliun. Aliran dana masuk yang cukup besar itu berpengaruh pada penguatan rupiah.

’’Setelah tax amnesty disetujui, kondisinya makin positif. Jadi, inflows masih masuk terus ke pasar keuangan,’’ ungkapnya.

Bank Indonesia memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp 13.000 per USD pada akhir tahun ini. (dee/c14/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar