Saat Percobaan Kudeta, Amel Carla dan Keluarga Sempat Tertahan di Bandara Turki

563
Pesona Indonesia
Amel Carla (tengah) didampingi ibu dan kakaknya. (foto: jpg)
Amel Carla (tengah) didampingi ibu dan kakaknya. (foto: jpg)

batampos.co.id – Artis cilik Amel Carla beserta keluarganya termasuk di antara 60 WNI yang sempat tertahan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki, gara-gara adanya percobaan kudeta militer di negara tersebut pada Sabtu (16/7).

Hari Minggu (17/7), Amel beserta orang tua serta kakaknya akhirnya tiba dengan selamat di Jakarta.

Lega telah sampai di rumah dengan selamat, Amel menyempatkan bertemu dengan media. Artis yang identik dengan rambut poni itu menceritakan apa yang dia dan keluarga alami selama tertahan di Bandara Ataturk.

Didampingi ibunya, Oktarina Aqmarina, dan kakaknya, Lintang Aqmarina, Amel mengisahkan pengalaman mereka.

’’Masih teringat sangat jelas kejadian kemarin,’’ kata Amel di sela-sela perbincangan.

Oktarina Aqmarina menceritakan, keluarganya mendarat di Turki pada Jumat (15/7) kira-kira pukul 23.30 waktu setempat. Mereka transit di Turki setelah terbang dari Amsterdam menuju Jakarta. Keluarga tersebut baru berlibur ke Eropa seminggu.

Namun, kejanggalan mulai dirasakan Oktarina setelah pesawat mendarat.

’’Tidak menggunakan garbarata. Penumpang diturunkan begitu saja. Mereka lantas menuju gate keberangkatan. Sebab, sesuai jadwal, mereka hanya transit 2 jam.

Namun, ketika mereka masuk ruang tunggu, sudah berkumpul ribuan orang. Di papan pengumuman keberangkatan pun tertulis semua pesawat delay. Tidak ada petugas bandara sama sekali. Tidak lama kemudian mereka mendengar suara-suara ledakan.

Semua orang spontan bertiarap sambil menangis. Amel pun menangis ketakutan. Dia menggunakan kopernya sebagai tameng untuk berlindung. ’’Kami hanya bisa pasrah,’’ ucap Oktarina.

Keadaan itu berlangsung cukup lama. Di lantai yang sangat dingin, orang-orang bertiarap lima hingga enam jam. Sebab, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari yang seharusnya transit 2 jam, Amel dan keluarga tertahan hingga 12 jam. Situasi enam jam di antara waktu tersebut begitu mencekam.

Hingga akhirnya, pukul 12 siang pada Sabtu (16/7), mereka diminta untuk masuk pesawat.

’’Tapi, itu pun pesawatnya tidak langsung bisa berangkat,’’ kata Amel.

Pesawat tujuan Jakarta yang rata-rata diisi WNI itu harus menunggu 2 jam sebelum diterbangkan.

Bisa keluar dari Turki merupakan kelegaan yang begitu luar biasa bagi keluarga Amel. Rina menuturkan, liburan kali ini merupakan liburan yang mengesankan sekaligus mencekam. Oktarina bersyukur tidak jadi melepas dua putrinya berlibur ke Eropa sendiri.

’’Nggak bisa membayangkan kalau cuma mereka berdua yang berangkat dan harus berada dalam situasi seperti kemarin,’’ pungkasnya. (glo/c4/jan/jpnn)

Respon Anda?

komentar