Saluran Air Jadi Penyebab Utama Banjir di Tanjungpinang

494
Pesona Indonesia
Banjir di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Banjir di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Tiap hujan deras turun di Tanjungpinang, tiap itu pula air meluap, menggenang, dan membanjiri jalanan ibu kota. Hal ini merupakan permasalahan dari tahun ke tahun yang belum mampu dituntaskan. Melihat itu, Alex Luqman Setio Wibowo, seorang pengamat lingkungan asal Semarang yang lama tinggal di Tanjungpinang ini berpendapat, ukuran saluran air yang kurang besar jadi kendala.

“Dan kalau mau dibesarkan itu sudah terlalu dekat dengan pemukiman,” ungkapnya, kemarin.

Lalu, ditambahkan Alex, beberapa lokasi di Tanjungpinang juga masih terdapat banyak sekali rumah yang menempati di atas saluran. Hal ini pada akhirnya mengganggu saluran menuju ke laut.

Harusnya, kata Alex, pemukiman di daerah pantai itu, dievakuasi ke daerah lain yang lebih ke tinggi. “Biar salurannya lebih lancar. Tak tertampungnya air hujan, dan juga aliran air dari dataran tinggi ini bisa diperbaiki kalau ada pelebaran dan pedalaman saluran. Karena sudah tidak bisa menampung debit curah hujan yang turun,” ujarnya.

Untuk memenuhi itu semua, mau tidak mau, setidaknya ada kesepakatan lima aspek. “Mulai dari kelembagaan, biaya, regulasi atau peraturan, peran serta masyarakat, dan teknisnya,” beber Alex

Diakui Alex, jika Pemko Tanjungpinang fokus untuk perbaikan saluran di kota Tanjungpinang, maka Pemko harus merogoh kantongnya cukup dalam. Berhubung biaya yang diperlukan tidaklah sedikit. “Ini yang juga menjadi masalah. Bom waktu itu, sudah tidak bisa. Lha biayanya juga mahal,” tuturnya.

Bom waktu yang dimaksudkannya, kalau tak segera diselesaikan nantinya masyarakat rugi sendiri. Banjir bisa meluas. Sementara semakin banyak pula masyarakat yang membangun pemukiman sekitar pantai. Tapi tidak memerhatikan drainasenya, ya semakin tersumbat. Yang mana sebenarnya banjir ini bisa tak terjadi jika segera ditangani.

Alex menilai, banjir yang terjadi hari ini merupakan buah hasil dari penundaan perbaikan saluran dan mengenai drainase ini juga harusnya segera disosialisasikan kepada masyarakat. Guna mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan.

“Sebenarnya topografinya sudah mendukung. Tapi di bawah ternyata banyak bangunan ya, akhirnya tergenang tidak bisa lancar. Kalau tidak terlalu banyak pemukiman di atas pantai ya bisa lancar, kalau tidak mau tidak mau ya tergenang seperti itu,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara berjanji dalam waktu dekat ini segera mengajak Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah untuk turun langsung ke jalan-jalan, melihat lebih dekat kondisi saluran perairan yang disinyalir jadi penyebab banjir.

“Ya, nanti kita ajak wali kota lihat langsung penyebabnya di lapangan,” kata anggota legislatif dapil Tangjungpinang ini. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar