Targetkan Kemenangan 70 Persen Di Sumsel

882
Pesona Indonesia
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) di dampingi  Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatra Selatan Alex Noerdin (kanan belakang))usai pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel di Palembang, Sumsel,  (18/7). Gubernur Sumsel Alex Noerdin resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2016-2021
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) di dampingi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatra Selatan Alex Noerdin (kanan belakang) usai pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel di Palembang, Sumsel, (18/7). Gubernur Sumsel Alex Noerdin resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2016-2021

batampos.co.id – Pasca terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) langsung bergerak cepat. Mantan Ketua DPR RI tersebut meminta seluruh pengurus Partai Golkar solid. Baik pengurus Golkar yang ada di pusat, daerah, kecamatan dan sampai kelurahan dan desa.

“Harus ada konsolidasi,” tegasnya saat melantik pengurus DPD Partai Golkar Sumsel. Baik itu pengurus pusat, daerah, kecamatan dan sampai kelurahan dan desa. Karena kata dia, terbentang banyak agenda konsolidasi politik, pilkada 2017, 2018, pemilu legislatif, dan sampai pilpres. Menghadapi agenda padat tersebut, sebut Setnov, waktu tersisa 3 tahun, efektif 2,5 tahun.

Untuk konsolidasi itu, kata dia, untuk Musda provinsi ditargetkan selesai Juli 2016. Sedangkan Musda Kabupaten dan kota paling lambat September 2016, dan musyawarah desa dan kelurahan pada Desember 2016. Hal itu, kata dia, menjadi tugas berat dan menjadi tantangan untuk mencapai target.

Setnov berpesan daerah yang melaksanakan pilkada, lakukan penjaringan, survei, dan koalisasi dengan partai lain. Disebut Setnov, untuk seluruh Indonesia ditargetkan kemenangan pilkada bagi Partai Golkar mencapai 50 persen. Sedangkan untuk di Sumsel, dia meyakini Sumsel mampu mencapai 70 persen.

Sukses itu kata dia harus tiga hal yakni, sukses penyelenggaraan, sukses kemenangan, dan sukses kepala daerah. Dalam mencapai apa yang diinginkan, program Partai Golkar harus pro rakyat. Bagi kepentingan partai Golkar kedepan, serta untuk meningkatkan perekonomian Sumsel dibawah Gubernur Sumsel.

Saat ini, kata dia, pemerintah pusat sudah giat membangun infrastruktur. Partai Golkar melakukan tranformasi modern. Menanggapi pertanyaan wartawan soal reshuffel dallam kabinet menurut Setnov menjadi hak presiden untuk evaluasi menteri-menterinya. Ketua Partai Golkar memberi apresiasi kepada presiden untuk melakukan resuffle tersebut.

Orang nomor satu di Partai Golkar tersebut juga menyatakan akan menyampaikan dalam rapimnas untuk dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) dalam pencalonan kembali dalam pilpres 2019 mendatang. Sedangkan mengenai calon Golkar, untuk Muba atau Sumsel kedepan, Setnov belum mau berkomentar. “Tentu ada. Kita masih simpan itu. Pada saatnya tentu akan disampaikan,” ucapnya kepada Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group).

Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Ir H Alex Noerdin menyampaikan dalam pemilu, persaingan dengan partai lain jelas ada. Namun, diharapkan kader tetap menjaga situasi kondusif, bersaing jujur, adil dan saling menghormati. Jangan ada lagi, Alex, perseteruan. Supaya perolehan suara Partai Golkar kedepan dapat lebih baik.

Pengurus DPD Golkar periode 2016-2021 juga terbilang ‘gemuk’. Pasalnya, jumlah pengurus di dalam DPD Partai Golkar Sumsel mencapai 102 orang. Sejumlah nama pengurus lama banyak yang kembali diakomodir dalam kepengurusan tersebut. Nama yang masuk seperti Dheni Zainal, Dr Abadi B Darmo SH, Hj Fatimah Syamsul, H Yulizar Dinoto, M Yansuri, H Nasrun Madang SH, Wasista Bambang Utoyo, Ir Erpanto MSi (Sekretaris).

Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Deisti Astriani Setya Novanto menyampaikan apa yang dilakukan legislator dalam partai Golkar tidak lepas dari peran istri. Karenanya, kata dia, istri punya peran strategis untuk mendukung kejayaan Partai Golkar, “Karenanya ini juga perlu dikenalkan kepada masyarakat,” ucapnya.

Istri dari Setya Novanto itu bersama pengurus IIPG pusat dan IIPG Sumsel, pada Senin pagi juga memberikan bantuan dana untuk permodal kerupuk kempelang di Kelurahan 5 Ulu. Selain itu, mereka juga mengunjungi sentra usaha kerajinan songket, seperti Fikri Koleksi yang ada di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang. (jpg)

Respon Anda?

komentar