Unit Kapal Pengamat Perambuan Diluncurkan di Batam

1034
Pesona Indonesia
Peluncuran Kapal Pengamat Perambuan (KPP) 32 M project Hull-296 KN Benggala dan Hull- 297 KN Bepondi. foto:humas pemprov
Peluncuran Kapal Pengamat Perambuan (KPP) 32 M project Hull-296 KN Benggala dan Hull- 297 KN Bepondi. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Produksi kapal-kapal di Shipyard Batam kembali bergairah. Kali ini, dua unit kapal produksi PT Citra Shipyard Tanjung Uncang diluncurkan. Dua unit kapal tersebut yakni Kapal Pengamat Perambuan (KPP) 32 M project Hull-296 KN Benggala dan Hull- 297 KN Bepondi. Peluncuran kapal itu dihadiri langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan juga Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, A. Tonny Budiono pada Sabtu (16/7) lalu.

Nantinya 2 jenis kapal tersebut akan diperuntukkan bagi operasional KPP diwilayah Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam. “Penyelesaian kapal tersebut akan dilakukan bertepatan dengan HUT Republik Indonesia yakni 17 Agustus 2016 sekaligus kado kemerdekaan, ” jelas Direktur PT Citra Shipyard Ali Ulai.

Sementara itu Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan, PT Citra Shipyard sudah ambil bagian dalam terus memajukan industri shipyard. Karenanya, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Gubernur Kepri mendukung keberlanjutan industri perkapalan di Kota Batam.

Terlebih, kata Nurdin, Kepri siap menyongsong Poros Maritim Indonesia dan Dunia. Salah satunya dengan terus memajukan industri shipyard yang sudah ada, agar lebih maju lagi. Kepri juga terus mendorong kemajuan maritim dengan bisa segera merealisasikan Akademi Maritim di Kepri.

“Ini yang kita inginkan, guna memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepri dibidang maritim, seperti tujuan utama pembangunan Kepri, “harap Nurdin Basirun. Dengan kuat dibidang maritim, maka potensi besar kelautan Kepri bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Dirjend Kelautan Tonny Budiono menyatakan bangga, karena kebutuhan akan kapal di kementerian perhubungan bisa dipenuhi dari industri dalam negeri. Tentu dengan standar yang memadai, ia yakin produksi kapal asal Kota Batam bisa diandalkan. “Sehingga kedepan, bila ada pengadaan kembali kapal, asalkan sesuai dengan standar dalam pengerjaannya bisa kembali mendapatkan proyek kapal baru,” jelasnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar